• Cyber Media News Coverage Guidelines
  • Management
  • About Us
  • Contact Us
Travelling Indonesia
Advertisement
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS
No Result
View All Result
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS
No Result
View All Result
Travelling Indonesia
No Result
View All Result
Home Food

Onde-onde khas Mojokerto, Memiliki Unsur Sejarah dan Filosofi

Beno Alfredo by Beno Alfredo
June 27, 2022
in Food
Onde-onde khas Mojokerto

Onde-onde khas Mojokerto - Dok. Pexels

Share on FacebookShare on Twitter

Travelling Indonesia – Onde-onde! Jajanan khas Mojokerto ini memiliki rasa yang enak. Bentuknya bulat dan ditaburi dengan wijen, diisi dengan kacang hijau dan seiring dengan perkembangan zaman memiliki varian yang beraneka ragam. Mulai dari kacang hijau, matcha, cokelat, durian, nangka, keju hingga mozarella.

Di Indonesia sendiri, onde-onde sudah ada sejak zaman Majapahit. Kue ini sangar terkenal di Mojokerto yang dijuluki sebagai Kota Onde-onde. Di Mojokerto terdapat toko yang khusus menjual onde-onde yaitu Toko Bo Liem di Mojokerto, yang sudah berdiri sejak 1929.

Berdasarkan sejarah, onde-onde disebut berasal dari Cina. Salah satu bangsa yang memiliki pengaruh besar terhadap khazanah kuliner Indonesia. Banyak kuliner Indonesia yang merupakan adaptasi dan akulturasi dari tradisi dapur Tiongkok.

Sejarah Onde-onde

Onde-onde di atas piring abu-abu.

Meski onde-onde sudah ada sejak zaman Majapahit, nyatanya onde-onde bukan kue asli dari Indonesia. Onde-onde diketahui berasal dari Tiongkok yang dibuat pada masa kekuasaan Dinasti Zhou, yaitu sekitar 1045-256 SM.

Uniknya kue bertabur biji wijen ini ternyata memiliki banyak nama dan varian isi. Pada masa kekaisaran Dinasti Tang, seorang sastrawan bernama Wang Fanzhi sempat menuliskan bahwa onde-onde merupakan salah satu makanan istimewa di Istana Kekaisaran Chang’an dengan sebutan ludeui.

Sementara sebagian masyarakat di Tiongkok Utara mengenalnya dengan matuan. Di daerah lain berbeda lagi, ada yang menyebutnya ma yuan dan ada juga yang menamakannya jen dai.

Dalam sejarahnya onde-onde pertama kali dibawa oleh pedagang Tiongkok ke Indonesia pada 1300-1500 M. Dibawa oleh Laksamana Cheng Ho dari Dinasti Ming.

Laksamana Cheng Ho

Semua itu terjadi ketika Laksamana Cheng Ho mengunjungi Majapahit pada masa pemerintahan Raja Wikramawardhana. Wikramawardhana sendiri adalah raja kelima Majapahit yang memerintah berdampingan dengan istri sekaligus sepupunya, yaitu Kusumawardhani, putri Hayam Wuruk.

Awalnya panganan ini hanya berisi gula merah dan rasanya manis. Namun di Indonesia sendiri onde-onde ini kemudian dimodifikasi dengan penambahan kacang hijau sehingga memiliki rasa yang sedikit gurih dan cocok dengan lidah pribumi.

Onde-onde sendiri dalam bahasa jawa disebut sebagai ondhé-ondhé. Jika biasanya onde-onde mempunyai bahan dasar campuran dari tepung beras dan tepung ketan, maka berbeda dengan yang ada di Mojokerto.

Onde-onde yang ada di Mojokerto berasal dari tepung terigu yang diberi pewarna seperti putih, merah, dan hijau.

Filosofi Onde-onde

Onde-onde - Dok. Istimewa

Dahulu onde-onde dibuat untuk disajikan kepada tukang kayu dan tukang batu yang saat itu sedang membangun istana kekaisaran. Kudapan ini merupakan perlambang dari keselamatan dan kebersamaan.

Sedangkan saat perayaan Cap Go Meh di Indonesia, onde-onde melambangkan keberuntungan dan harapan kehidupan yang lebih baik.

Meski onde-onde dapat dijumpai di berbagai daerah di Jawa, namun onde-onde populer sebagai oleh-oleh khas Mojokerto. Bahkan di Mojokerto, selain menjadi oleh-oleh khas bagi pengunjung dan wisatawan, onde-onde juga biasa hadir dalam pelbagai jamuan pesta hajatan warga,  seperti pernikahan, khitanan, dan selamatan. Sehingga di Mojokerto, banyak dijumpai toko yang menjual onde-onde.

Dapatkan sejumlah berita terkini setiap harinya hanya di Travelling Indonesia, dan jangan lupa follow sejumlah akun media sosial kami Instagram, Facebook dan Twitter.

Tags: FoodKulinerMojokertoOnde-ondePeta Wisata IndonesiaTravelling Indonesia
Previous Post

Padu Padan Kebaya Tradisional dengan Mode Kekinian

Next Post

Istana Maimun, Hasil Akulturasi 4 Budaya Berbeda

Related Posts

Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya
Food

Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya

November 2, 2025
Babat Gongso, Jejak Tersisa Cheng Ho Dalam Kuliner Semarang
Food

Babat Gongso, Jejak Tersisa Cheng Ho Dalam Kuliner Semarang

August 19, 2025
Sate Tuna Gorontalo, Kelezatan Laut Kaya Rempah
Food

Sate Tuna Gorontalo, Kelezatan Laut Kaya Rempah

August 11, 2025
Sate Tanjung, Kuliner Lezat Berbahan Ikan Khas Lombok Utara
Food

Sate Tanjung, Kuliner Lezat Berbahan Ikan Khas Lombok Utara

August 2, 2025
Rame-Rame Jajan Kuliner ‘Belantara Rasa’ Hadir di Tangcity Mall
Food

Rame-Rame Jajan Kuliner ‘Belantara Rasa’ Hadir di Tangcity Mall

August 2, 2025
Perkedel Nike, Kuliner Khas dari Perairan Gorontalo
Food

Perkedel Nike, Kuliner Khas dari Perairan Gorontalo

June 26, 2025
Next Post
Istana Maimun

Istana Maimun, Hasil Akulturasi 4 Budaya Berbeda

Popular

  • Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya

    Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kain Besurek Bengkulu, Keindahan Batik Bermotif Kaligrafi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Legenda di Balik Pesona Pantai Kuta Lombok Mandalika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Kwangkey, Upacara Kematian Suku Dayak Benuaq

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polopalo, Alat Musik Tradisional Asal Gorontalo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Recent News

Menikmati Sensasi Ketenangan Sejenak di Pulau Hoga Wakatobi

Menikmati Sensasi Ketenangan Sejenak di Pulau Hoga Wakatobi

November 2, 2025
Honai, Rumah Adat Papua

Rumah Honai, Bangunan Ramah Lingkungan Adat Papua

November 2, 2025
Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya

Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya

November 2, 2025
Menelusuri Alam Hijau Megamendung di Kencana Valley

Menelusuri Alam Hijau Megamendung di Kencana Valley

November 1, 2025
Travelling Indonesia

Follow Us

  • Cyber Media News Coverage Guidelines
  • Management
  • About Us
  • Contact Us

All Rights Reserved by travellingindonesia.com © 2022

No Result
View All Result
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS

All Rights Reserved by travellingindonesia.com © 2022