• Cyber Media News Coverage Guidelines
  • Management
  • About Us
  • Contact Us
Travelling Indonesia
Advertisement
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS
No Result
View All Result
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS
No Result
View All Result
Travelling Indonesia
No Result
View All Result
Home Destination

Danau Singkarak, Pesona Danau Terbesar di Sumatra Barat

gerry fm by gerry fm
November 4, 2024
in Destination
Danau Singkarak, Pesona Danau Terbesar di Sumatra Barat

Danau Singkarak. (Instagram @adyyandra)

Share on FacebookShare on Twitter

Travelling Indonesia – Secara administratif, Danau Singkarak berada di dua daerah, yaitu Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar. Dari kelima danau yang ada di Provinsi Sumatra Barat, Singkarak, merupakan danau yang terbesar.

Danau Singkarak berada di jalan raya lintas Sumatra, tepatnya di jalur Solok-Bukittinggi. Siapa saja yang melalui jalan raya tersebut dapat menikmati keindahan danau berlatar Gunung Merapi dan Gunung Singgalang ini. Pemandangan alam di danau ini sungguh memukau.

Selain jalan raya, di sisi danau juga terdapat rel tua yang melintas di antara jalan raya dan perbukitan. Rel tersebut dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda sebagai sarana pengangkutan batu bara dari Sawahlunto ke Pelabuhan Emma Haven atau Pelabuhan Teluk Bayur, Padang.

Baca:

  • Makna Di Balik Kain Bermotif Kerawang Gayo
  • Beragam Kuliner Indonesia Terpopuler di Mancanegara
  • Berikut Tarif Baru Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Danau Singkarak merupakan danau tektonik dengan luas sekitar 107,8 kilometer persegi. Danau ini merupakan danau terluas kedua di Pulau Sumatra setelah Danau Toba. Permukaan danau berada di ketinggian 363 meter di atas permukaan laut. Kedalaman danau mencapai 268 meter.

Danau ini merupakan bagian dari Cekungan Singkarak-Solok yang termasuk di antara segmen dari Sesar Sumatra.

Cekungan dari danau ini terbentuk dari sebuah amblesan yang disebabkan oleh aktivitas pergerakan Sesar Sumatera. Cekungan besar ini terbendung oleh material vulkanik dari letusan gunung api sekitarnya. Akibat pembendungan material vulkanik ini, terbentuklah Danau Maninjau di satu bagian Cekungan Singkarak-Solok.

Namun berbeda dengan Danau Maninjau yang terbentuk akibat letusan gunung api, Danau Singkarak terbentuk karena proses tektonik. Karena tergolong dalam kategori danau tektonik, ukuran danau ini masih dapat berubah mengikuti pergeseran lempeng bumi.

Menurut hasil penelitian para ahli, panjang danau pada awalnya hanya tiga kilometer (km), kemudian bertambah menjadi delapan km, 13 km, dan terakhir sekitar 23 km. Diperkirakan, panjang danau ini masih bisa bertambah.

Berdasarkan catatan sejarah, keindahan Danau Singkarak pertama kali dipublikasikan kepada dunia tahun 1905 lewat sebuah buku karya Ernst Haeckel, seorang naturalis (peneliti) asal Jerman.

Ernst Haeckel tak hanya meneliti ekosistem danau dan sekitarnya, ia bahkan terkagum-kagum dengan keindahan danau ini. Untuk meluapkan kekagumannya, Haeckel pun membuat ‘replika’ keindahan danau ini dalam sebuah lukisan di bukunya.

Saat ini, danau ini semakin dikenal, baik oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Terutama setelah diadakannya perhelatan Balap Sepeda Tour de Singkarak yang dilaksanakan setiap tahun sejak 2009.

Ada beberapa spot di ketinggian yang bisa digunakan sebagai tempat untuk menikmati keindahan danau yang dikelilingi Bukit Barisan ini.

Spot tersebut antara lain Puncak Thailand, Puncak Aua Sarumpun atau Layang-Layang, Puncak Payo atau Putaran Angin, Puncak Gobah Aripan, Puncak Cinangkiak, Puncak Akasia, Puncak Makau-makau, Puncak Gagoan, dan Puncak Ahmad Sadin.

Dapatkan sejumlah berita terkini setiap harinya hanya di Travelling Indonesia, dan jangan lupa follow sejumlah akun media sosial kami; Instagram, Facebook, Twitter dan TikTok.

Tags: Danau SingkarakDestinasiPeta Wisata IndonesiaSingkarakSumatra BaratTravelling Indonesia
Previous Post

Bersama Kang Erwan, Seejontor FC Dukung Pembinaan Pesepakbola Usia Muda

Next Post

Ribuan Pelari Ikuti Event Pospay Run 2024 di HUT Pos Indonesia

Related Posts

Paspor Wisata Batavia Heritage Edisi Pertama Resmi Diluncurkan
Destination

Paspor Wisata Batavia Heritage Edisi Pertama Resmi Diluncurkan

September 1, 2026
Indonesia Perluas Pasar Wisata Selam Maratua ke Asia Tenggara
Destination

Indonesia Perluas Pasar Wisata Selam Maratua ke Asia Tenggara

August 28, 2026
Menjelajahi Pesona Air Terjun Grojogan Sewu di Karanganyar
Destination

Menjelajahi Pesona Air Terjun Grojogan Sewu di Karanganyar

July 24, 2026
Pantai Nirwana, Serpihan Surga di Tanah Buton
Destination

Pantai Nirwana, Serpihan Surga di Tanah Buton

July 23, 2026
Pesona Alam dari Destinasi Wisata Hidden Gems di Bali
Destination

Pesona Alam dari Destinasi Wisata Hidden Gems di Bali

December 9, 2025
Menikmati Sensasi Ketenangan Sejenak di Pulau Hoga Wakatobi
Destination

Menikmati Sensasi Ketenangan Sejenak di Pulau Hoga Wakatobi

November 2, 2025
Next Post
Ribuan Pelari Ikuti Event Pospay Run 2024 di HUT Pos Indonesia

Ribuan Pelari Ikuti Event Pospay Run 2024 di HUT Pos Indonesia

Popular

  • Lawa Bale, Masakan Khas Bugis di Kabupaten Wajo

    Lawa Bale, Masakan Khas Bugis di Kabupaten Wajo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sayyang Pattudu, Tradisi Khatam Al-Qur’an Polewali Mandar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tari Melinting, Warisan Budaya Kerajaan Lampung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tari Zapin, Cerminan Keindahan Budaya Riau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Melancong ke Bontang, Haram Pulang dengan Tangan Kosong!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Recent News

Paspor Wisata Batavia Heritage Edisi Pertama Resmi Diluncurkan

Paspor Wisata Batavia Heritage Edisi Pertama Resmi Diluncurkan

September 1, 2026
FLONA 2026 Jadi Ruang Belajar dan Rekreasi Keluarga

FLONA 2026 Jadi Ruang Belajar dan Rekreasi Keluarga

September 1, 2026
Ikan Bakar Bobara, Rasa Autentik dari Timur Indonesia

Ikan Bakar Bobara, Rasa Autentik dari Timur Indonesia

August 31, 2026
Desa Bena, Kampung Adat Tertua di Flores

Desa Bena, Kampung Adat Tertua di Flores

August 31, 2026
Travelling Indonesia

Follow Us

  • Cyber Media News Coverage Guidelines
  • Management
  • About Us
  • Contact Us

All Rights Reserved by travellingindonesia.com © 2022

No Result
View All Result
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS

All Rights Reserved by travellingindonesia.com © 2022