• Cyber Media News Coverage Guidelines
  • Management
  • About Us
  • Contact Us
Travelling Indonesia
Advertisement
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS
No Result
View All Result
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS
No Result
View All Result
Travelling Indonesia
No Result
View All Result
Home Food

Konsep Glokalisasi Kuliner Nusantara Lewat Cita Rasa Lokal

Austin Devon by Austin Devon
January 5, 2024
in Food
Konsep Glokalisasi Kuliner Nusantara Lewat Cita Rasa Lokal

Ilustrasi kuliner nusantara. (Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Travelling Indonesia – Indonesia, dengan kekayaan alam dan budayanya yang melimpah, memiliki warisan kuliner yang tidak bisa diabaikan. Dari Sabang sampai Merauke, pulau-pulau yang membentang di seluruh Nusantara ini menawarkan ragam masakan yang kaya akan rasa dan aroma.

Namun, dalam era globalisasi ini, penting bagi kita untuk mempertahankan identitas kuliner kita sendiri. Inilah saatnya untuk mengenal dan mengapresiasi konsep glokalisasi dalam konteks masakan Nusantara.

Glokalisasi adalah sebuah konsep yang menggabungkan globalisasi dengan lokalitas. Artinya, meskipun dunia semakin terhubung melalui perubahan-perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi, kita tetap bisa mempertahankan keunikan dan kekayaan budaya lokal.

Baca:

  • Tari Remo, Kesenian Jombang Warisan Kesultanan Mataram
  • Panorama Memesona Desa Wisata Pulisan di Minahasa Utara
  • Tangkal Pinus Lembang, Destinasi Wisata Terbaru di Bandung Barat

Dalam konteks masakan Nusantara, glokalisasi mengacu pada upaya memadukan cita rasa dan teknik memasak tradisional dengan pengaruh-pengaruh internasional yang memasuki negara kita.

Salah satu contoh glokalisasi dalam masakan Nusantara adalah adanya adaptasi dan penyatuan cita rasa lokal dengan bahan-bahan baru yang diimpor dari luar negeri. Misalnya, banyak restoran atau kafe di Indonesia yang menyajikan hidangan-hidangan Nusantara dengan sentuhan modern dan unsur-unsur internasional.

Dalam proses glokalisasi ini, resep-resep tradisional Nusantara dapat diubah dengan penggunaan bahan-bahan baru atau dipadukan dengan teknik memasak internasional. Hal ini menghasilkan hidangan-hidangan yang tetap mencerminkan identitas kuliner Indonesia, tetapi juga relevan dengan selera dan tren global.

Sate ayam
Salah satu kuliner khas Indonesia, sate ayam.

Selain itu, glokalisasi juga dapat dilihat dalam upaya menghadirkan masakan Nusantara ke panggung dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, makanan Indonesia semakin populer di kancah internasional.

Restoran-restoran Indonesia, baik yang berada di luar negeri maupun yang di dalam negeri, telah berhasil mengangkat citarasa masakan Nusantara ke level internasional. Mereka memperkenalkan dan mempromosikan hidangan-hidangan khas Indonesia kepada wisatawan asing dan komunitas lokal di negara mereka.

Dalam proses ini, adaptasi terhadap selera internasional dapat terjadi, namun tetap dengan menjaga esensi dan keaslian masakan Nusantara.

Glokalisasi pada masakan Nusantara juga melibatkan penggunaan bahan-bahan lokal yang lebih berkelanjutan dan berkesinambungan. Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah, mulai dari rempah-rempah hingga beragam jenis sayuran dan buah-buahan tropis.

Dalam upaya glokalisasi, para koki dan pengusaha kuliner dapat menggunakan bahan-bahan lokal ini secara kreatif untuk menciptakan hidangan-hidangan yang inovatif dan sekaligus mendukung perekonomian lokal. Hal ini juga membantu melestarikan tradisi pertanian dan keanekaragaman hayati di Indonesia.

Dalam mengapresiasi glokalisasi pada masakan Nusantara, penting bagi kita untuk mendukung dan menghargai para koki, pengusaha kuliner, dan produsen lokal. Mereka adalah pahlawan-pahlawan kuliner yang berperan dalam menjaga keunikan dan warisan kuliner kita.

Dukungan melalui penggunaan produk-produk lokal, mengunjungi restoran-restoran Nusantara, dan mempelajari lebih dalam tentang masakan tradisional adalah langkah-langkah kecil yang dapat kita lakukan untuk memperkuat glokalisasi dan menjaga kelestarian masakan Nusantara.

Glokalisasi pada masakan Nusantara adalah tentang menghargai dan menggali kelezatan kuliner kita sendiri, sambil tetap terbuka terhadap pengaruh-pengaruh global yang dapat memperkaya dan mengembangkan tradisi kuliner kita.

Ini adalah momen yang tepat bagi kita untuk merayakan kekayaan dan keragaman kuliner Nusantara, dan dengan itu, kita akan memastikan bahwa warisan kuliner kita akan terus hidup dan berkembang di tengah dinamika zaman.

Dapatkan sejumlah berita terkini setiap harinya hanya di Travelling Indonesia, dan jangan lupa follow sejumlah akun media sosial kami; Instagram, Facebook, Twitter dan TikTok.

Tags: KulinerPeta Wisata IndonesiaTravelling Indonesia
Previous Post

Libur Nataru 2024 Berikan Kontribusi Rp120 Triliun untuk Perekonomian Nasional

Next Post

Kesenian Badawang, Identitas Budaya di Kabupaten Bandung

Related Posts

Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya
Food

Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya

November 2, 2025
Babat Gongso, Jejak Tersisa Cheng Ho Dalam Kuliner Semarang
Food

Babat Gongso, Jejak Tersisa Cheng Ho Dalam Kuliner Semarang

August 19, 2025
Sate Tuna Gorontalo, Kelezatan Laut Kaya Rempah
Food

Sate Tuna Gorontalo, Kelezatan Laut Kaya Rempah

August 11, 2025
Sate Tanjung, Kuliner Lezat Berbahan Ikan Khas Lombok Utara
Food

Sate Tanjung, Kuliner Lezat Berbahan Ikan Khas Lombok Utara

August 2, 2025
Rame-Rame Jajan Kuliner ‘Belantara Rasa’ Hadir di Tangcity Mall
Food

Rame-Rame Jajan Kuliner ‘Belantara Rasa’ Hadir di Tangcity Mall

August 2, 2025
Perkedel Nike, Kuliner Khas dari Perairan Gorontalo
Food

Perkedel Nike, Kuliner Khas dari Perairan Gorontalo

June 26, 2025
Next Post
Kesenian Badawang, Identitas Budaya di Kabupaten Bandung

Kesenian Badawang, Identitas Budaya di Kabupaten Bandung

Popular

  • Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya

    Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kain Besurek Bengkulu, Keindahan Batik Bermotif Kaligrafi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tepuk Tepung Tawar, Tradisi Adat Melayu Riau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Legenda di Balik Pesona Pantai Kuta Lombok Mandalika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Kwangkey, Upacara Kematian Suku Dayak Benuaq

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Recent News

Menikmati Sensasi Ketenangan Sejenak di Pulau Hoga Wakatobi

Menikmati Sensasi Ketenangan Sejenak di Pulau Hoga Wakatobi

November 2, 2025
Honai, Rumah Adat Papua

Rumah Honai, Bangunan Ramah Lingkungan Adat Papua

November 2, 2025
Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya

Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya

November 2, 2025
Menelusuri Alam Hijau Megamendung di Kencana Valley

Menelusuri Alam Hijau Megamendung di Kencana Valley

November 1, 2025
Travelling Indonesia

Follow Us

  • Cyber Media News Coverage Guidelines
  • Management
  • About Us
  • Contact Us

All Rights Reserved by travellingindonesia.com © 2022

No Result
View All Result
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS

All Rights Reserved by travellingindonesia.com © 2022