• Cyber Media News Coverage Guidelines
  • Management
  • About Us
  • Contact Us
Travelling Indonesia
Advertisement
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS
No Result
View All Result
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS
No Result
View All Result
Travelling Indonesia
No Result
View All Result
Home Art & Culture

Ngarot, Upacara Adat Sunda Asal Indramayu

Beno Alfredo by Beno Alfredo
August 25, 2022
in Art & Culture
Para Gadis Dirias Jelang Upacara Ngarot

Para Gadis Dirias Jelang Upacara Ngarot - Dok. Shutterstock

Share on FacebookShare on Twitter

Travelling Indonesia – Ngarot adalah upacara adat Sunda menyambut musim garapan sawah yang dilaksanakan masyarakat Desa Lelea, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Biasanya upacara ini dilaksanakan mendekati musim penghujan, yaitu antara bulan Oktober sampai Desember.

Tradisi khas Kota Mangga Indramayu itu sudah rutin digelar sejak dulu. Menurut aturan adat, Ngarot dimulai hari Rabu, kecuali Rabu Kliwon.

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, apabila pelaksanaannya dimulai Rabu Kliwon, kejadian tak terduga yang menggangu kelancaran acara bisa terjadi.

Uniknya, para peserta upacara adat ini adalah muda-mudi Desa Lelea yang masih perawan dan perjaka. Tradisi ini memang bermaksud untuk mengumpulkan para pemuda-pemudi yang akan diberi tugas bertani.

Asal-usul upacara Ngarot

Tradisi Ngarot

Secara etimologi, nama Ngarot berasal dari kata arot yang mengalami nasalisasi (ng-), artinya minum untuk melepaskan dahaga. Tapi dalam arti lain, ngarot adalah kegiatan pesta anak angon sebelum musim menggarap sawah. Ada juga yang mengatakan, Ngarot berasal dari bahasa Sanskerta ngaruat yang berarti bebas dari kutukan dewa.

Tradisi ini digagas pada 1686 oleh Kepala Desa Lelea ke-1 bernama Canggara Wirena. Ia berterima kasih kepada tetua Desa Lelea, yaitu Ki Kapol yang telah mewakapkan sawah seluas 2,6 hektare untuk digarap oleh pemuda dan pemudi.

Dari pemberian ini diharapkan pada pemuda bisa belajar menggarap sawah sehingga warga di Desa Lelea tidak akan kekurangan pangan.

Pemuda akan mendapat pengalaman mencangkul, menanam padi, menyiangi rumput, dan memanen padi. Sementara pemudi belajar bagaimana mengantarkan makanan ke sawah sesuai kemampuan.

Hasil panen dari garapan pemuda ini akan digunakan untuk makan bersama dalam upacara Ngarot.

Tujuan Upacara Ngarot

Tradisi Ngarot

Upacara Adat Ngarot dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur petani kepada Sang Maha Kuasa atas limpahan hasil panen padi di musim tanam lalu, sekaligus untuk menyambut kedatangan musim tanam baru. Dengan harapan, semoga diberi kelancaran dan hasil panen yang memuaskan.

Selain itu, tujuan diadakannya Ngarot adalah untuk mengajak kaum muda Desa Lelea untuk berperan dan bekerja sama memajukan pertanian. Seperti kita tahu, saat ini semakin sedikit anak muda yang berminat untuk terjun di bidang pertanian.

Dengan adanya upacara adat ini diharapkan juga para pemuda dapat membina pergaulan sehat dengan cara saling mengenal, saling menjaga sikap, perilaku, dan kehendak sesuai dengan tuntunan agama dan adat budaya Sunda.

Terkadang tradisi masyarakat agraris ini juga dijadikan ajang cari jodoh antara pemuda dan pemudi di Desa Lelea.

Dapatkan sejumlah berita terkini setiap harinya hanya di Travelling Indonesia, dan jangan lupa follow sejumlah akun media sosial kami; Instagram, Facebook, Twitter dan TikTok.

Tags: IndramayuJawa BaratNgarotPeta Wisata IndonesiaSeni dan BudayaSundaTravelling Indonesia
Previous Post

Ajang Sport Tourism Bertajuk Sukun Tour De Muria 2022

Next Post

Pantai Siung, Pesona Alam di Gunungkidul

Related Posts

Desa Bena, Kampung Adat Tertua di Flores
Art & Culture

Desa Bena, Kampung Adat Tertua di Flores

August 31, 2026
Kampung Adat Sade Bukan Sekadar Destinasi Wisata
Art & Culture

Kampung Adat Sade Bukan Sekadar Destinasi Wisata

August 28, 2026
Tari Melinting, Warisan Budaya Kerajaan Lampung
Art & Culture

Tari Melinting, Warisan Budaya Kerajaan Lampung

July 24, 2026
Rumah Honai, Bangunan Ramah Lingkungan Adat Papua
Art & Culture

Rumah Honai, Bangunan Ramah Lingkungan Adat Papua

July 23, 2026
Tari Busak Baku, Simbol Keindahan dan Harmoni Dayak Lundayeh
Art & Culture

Tari Busak Baku, Simbol Keindahan dan Harmoni Dayak Lundayeh

July 23, 2026
Belajar Kearifan Lokal Polewali Mandar Melalui Kacaping
Art & Culture

Belajar Kearifan Lokal Polewali Mandar Melalui Kacaping

August 22, 2025
Next Post
Pantai Siung di Gunungkidul

Pantai Siung, Pesona Alam di Gunungkidul

Popular

  • Ilustrasi Kain Besurek Bengkulu

    Kain Besurek Bengkulu, Keindahan Batik Bermotif Kaligrafi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengulik Tradisi Begawi Adat Lampung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Keberagaman Pakaian Adat Kerajaan Mataram Kuno

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Boleh Pinjam Bus TNI AD Untuk Studi Wisata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tari Tabot, Ilustrasi Perlawanan Masyarakat Bengkulu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Recent News

Paspor Wisata Batavia Heritage Edisi Pertama Resmi Diluncurkan

Paspor Wisata Batavia Heritage Edisi Pertama Resmi Diluncurkan

September 1, 2026
FLONA 2026 Jadi Ruang Belajar dan Rekreasi Keluarga

FLONA 2026 Jadi Ruang Belajar dan Rekreasi Keluarga

September 1, 2026
Ikan Bakar Bobara, Rasa Autentik dari Timur Indonesia

Ikan Bakar Bobara, Rasa Autentik dari Timur Indonesia

August 31, 2026
Desa Bena, Kampung Adat Tertua di Flores

Desa Bena, Kampung Adat Tertua di Flores

August 31, 2026
Travelling Indonesia

Follow Us

  • Cyber Media News Coverage Guidelines
  • Management
  • About Us
  • Contact Us

All Rights Reserved by travellingindonesia.com © 2022

No Result
View All Result
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS

All Rights Reserved by travellingindonesia.com © 2022