• Cyber Media News Coverage Guidelines
  • Management
  • About Us
  • Contact Us
Travelling Indonesia
Advertisement
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS
No Result
View All Result
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS
No Result
View All Result
Travelling Indonesia
No Result
View All Result
Home Art & Culture

Rumah Honai, Bangunan Ramah Lingkungan Adat Papua

Beno Alfredo by Beno Alfredo
November 2, 2025
in Art & Culture
Honai, Rumah Adat Papua

Honai, Rumah Adat Papua - Dok. Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Travelling Indonesia – Jauh sebelum ada konsep rumah ramah lingkungan, secara tradisional masyarakat adat Papua sudah menerapkan konsep tersebut sejak lama lewat rumah Honai.

Kini semakin banyak pihak atau masyarakat yang kian serius melakukan berbagai macam upaya untuk menghadirkan inovasi ramah lingkungan. Salah satunya dengan membangun rumah berkonsep ramah lingkungan, menggunakan batu bata yang dibuat dari olahan sampah plastik atau ecobrick.

Padahal sebenarnya, konsep rumah ramah lingkungan sudah jauh lebih dulu dilakukan oleh masyarakat adat atau tradisional, yang saat ini mungkin hanya tersisa dengan populasi yang sedikit di wilayah pedalaman.

Salah satu masyarakat adat yang dimaksud adalah masyarakat di pedalaman Papua, yakni suku Dani lewat keberadaan rumah Honai.

Honai, Rumah Adat Papua
Honai, Rumah Adat Papua

Walau dikenal sebagai rumah tradisional Papua, namun bukan berarti rumah ini bisa ditemukan di seluruh wilayah Papua. Honai merupakan rumah bagi beberapa suku adat tertentu di Papua, misalnya suku Dani yang tinggal di bagian lembah Baliem atau Wamena, suku Lani di Pegunungan Toli, dan suku-suku asli Papua di beberapa daerah lainnya.

Umumnya, rumah honai memiliki tinggi sekitar 2-2,5 meter dan terdiri atas dua lantai. Lantai pertama biasanya digunakan untuk tempat tidur. Sementara itu lantai dua digunakan sebagai tempat beraktivitas, ruang santai, ruang makan, tempat mengerjakan kerajinan tangan, dan lain-lain.

Honai biasanya dibangun tanpa jendela dan terkenal akan ruangannya yang sempit. Bukan tanpa alasan, pembangunan tersebut dilakukan untuk menghalau hawa dingin. Karena nyatanya, lokasi dari tempat tinggal suku Dani atau suku lainnya yang hidup dengan rumah tradisional ini memang terletak di wilayah pegunungan.

Rumah adat Honai di pedalaman Papua
Rumah Adat Honai di Pedalaman Papua

Dari luar, honai memiliki bentuk rumah lingkaran yang bagian atasnya ditutupi atap dari tumpukan jerami, atau ilalang yang ditumpuk sedemikian rupa. Sehingga jika dilihat dari luar, tampilan rumah tersebut jika dilihat sekilas akan nampak berbentuk seperti jamur.

Bicara mengenai pembangunannya yang ramah lingkungan, semua bagian dari honai nyatanya memang dibuat dengan memanfaatkan bahan dari alam. Misalnya saja bagian badan rumah yang menggunakan material kayu, atau papan kayu kasar untuk dinding, rumput dan jerami untuk bagian lantai, serta ilalang juga jerami untuk bagian atap seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

Tentu, rumah honai juga membutuhkan tiang untuk menopang agar bangunan bisa berdiri dengan kuat, untuk kebutuhan tersebut jenis kayu yang digunakan adalah kayu besi, atau lebih umum dikenal sebagai kayu ulin.

Selain itu, dibutuhkan juga tali rotan dari akar-akar pohon, tanaman, atau sulur-suluran yang berfungsi untuk mengikat beberapa bagian tertentu.

Makna dan Fungsi Honai, Rumah Adat Papua

Makna dan Fungsi Honai, Rumah Adat Papua
Makna dan Fungsi Honai, Rumah Adat Papua

Tidak asal dalam pembuatan atau pemilihan materialnya, setiap bahan dari alam yang digunakan nyatanya juga mengandung makna tersendiri bagi masyarakat adat Papua yang tinggal di rumah honai.

Misalnya saja ilalang atau jerami yang mungkin terlihat lemah bila dijadikan sebagai atap atau alas tanah, namun kenyataannya ilalang justru bisa menjadi sangat tajam. Hal tersebut melambangkan jika di balik kesederhanaan, rumah honai yang terbuat dari ilalang memiliki makna mandiri, kuat, dan mudah menyesuaikan diri.

Selain dipakai sebagai tempat tinggal, rumah honai juga dibangun untuk berbagai keperluan lain. Misal, ada bangunan honai yang memang dibuat untuk menyimpan hasil ladang dan cadangan makanan seperti ubi manis dan umbi-umbian.

Dapatkan sejumlah berita terkini setiap harinya hanya di Travelling Indonesia, dan jangan lupa follow sejumlah akun media sosial kami; Instagram, Facebook, Twitter dan TikTok.

Tags: HonaiPapuaPeta Wisata IndonesiaSeni dan BudayaTravelling Indonesia
Previous Post

Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya

Next Post

Menikmati Sensasi Ketenangan Sejenak di Pulau Hoga Wakatobi

Related Posts

Tari Busak Baku, Simbol Keindahan dan Harmoni Dayak Lundayeh
Art & Culture

Tari Busak Baku, Simbol Keindahan dan Harmoni Dayak Lundayeh

December 9, 2025
Belajar Kearifan Lokal Polewali Mandar Melalui Kacaping
Art & Culture

Belajar Kearifan Lokal Polewali Mandar Melalui Kacaping

August 22, 2025
Tari Melinting, Warisan Budaya Kerajaan Lampung
Art & Culture

Tari Melinting, Warisan Budaya Kerajaan Lampung

August 11, 2025
Makna Sakral Tradisi Sayyang Pattuduq di Tanah Mandar
Art & Culture

Makna Sakral Tradisi Sayyang Pattuduq di Tanah Mandar

August 2, 2025
Tari Reogke, Wujud Kritik Bujanganong Terhadap Kekuasaan Raja
Art & Culture

Tari Reogke, Wujud Kritik Bujanganong Terhadap Kekuasaan Raja

June 12, 2025
Jangkrik Genggong, Gaungkan Wisata Budaya Asal Pacitan
Art & Culture

Jangkrik Genggong, Gaungkan Wisata Budaya Asal Pacitan

May 15, 2025
Next Post
Menikmati Sensasi Ketenangan Sejenak di Pulau Hoga Wakatobi

Menikmati Sensasi Ketenangan Sejenak di Pulau Hoga Wakatobi

Popular

  • Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya

    Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tambak Karang, Alas Berwarna Dalam Ritual Erau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Makna Di Balik Kain Bermotif Kerawang Gayo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sapi Sonok Madura, Kontes Merias Sapi Betina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tari Busak Baku, Simbol Keindahan dan Harmoni Dayak Lundayeh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Recent News

Innit Lombok, Istana Pasir Penuh Ketenangan

Innit Lombok, Istana Pasir Penuh Ketenangan

December 10, 2025
Museum MACAN Ajak Publik Masuki Dunia Olafur Eliasson

Museum MACAN Ajak Publik Masuki Dunia Olafur Eliasson

December 10, 2025
Pesona Alam dari Destinasi Wisata Hidden Gems di Bali

Pesona Alam dari Destinasi Wisata Hidden Gems di Bali

December 9, 2025
InterContinental Bali Sanur Resort, Tawarkan Gaya Hidup Slow Living

InterContinental Bali Sanur Resort, Tawarkan Gaya Hidup Slow Living

December 9, 2025
Travelling Indonesia

Follow Us

  • Cyber Media News Coverage Guidelines
  • Management
  • About Us
  • Contact Us

All Rights Reserved by travellingindonesia.com © 2022

No Result
View All Result
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS

All Rights Reserved by travellingindonesia.com © 2022