• Cyber Media News Coverage Guidelines
  • Management
  • About Us
  • Contact Us
Travelling Indonesia
Advertisement
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS
No Result
View All Result
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS
No Result
View All Result
Travelling Indonesia
No Result
View All Result
Home Art & Culture

Tari Remo, Kesenian Jombang Warisan Kesultanan Mataram

Austin Devon by Austin Devon
December 31, 2023
in Art & Culture
Tari Remo, Kesenian Jombang Warisan Kesultanan Mataram

Tari Remo. (Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Travelling Indonesia – Tari Remo adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Tarian ini telah menjadi bagian penting dari warisan budaya Jombang dan memiliki sejarah yang kaya serta menarik. Dalam artikel ini, Travelling Indonesia akan menjelajahi asal-usul, makna, dan perkembangan tari Remo yang menarik.

Asal-usul Tari Remo dapat ditelusuri kembali ke masa Kesultanan Mataram pada abad ke-17. Pada saat itu, seorang raja bernama Sultan Agung Hanyokrokusumo memerintahkan pengiriman pasukan perang dari Jombang untuk membantu mempertahankan Mataram dari serangan musuh. Pasukan Jombang yang dikirimkan ini terkenal karena kemampuan tempur yang hebat dan keberaniannya di medan perang.

Ketika pasukan Jombang kembali ke kampung halamannya setelah berhasil menjalankan tugasnya, mereka disambut dengan kegembiraan oleh penduduk setempat. Untuk merayakan kembalinya para pejuang yang berhasil, masyarakat Jombang mengadakan upacara yang diiringi oleh tarian khas yang kemudian dikenal sebagai Tari Remo.

Baca:

  • Ritual Karia, Tradisi Pingitan Para Gadis Muna
  • Es Selendang Mayang, Minuman Legendaris Khas Betawi
  • Keseruan Berkunjung ke Borobudur Land, Wisata Modern di Magelang

Tari Remo awalnya adalah tarian perang yang melibatkan gerakan-gerakan yang meniru aksi tempur dan keberanian para pejuang. Namun, seiring waktu, tarian ini mengalami perubahan dan bertransformasi menjadi tarian yang lebih bersifat hiburan. Gerakan-gerakan perang digantikan oleh gerakan yang lebih lemah gemulai, dengan menggunakan kipas atau selendang sebagai atribut tarian yang indah.

Makna Tari Remo sangat erat kaitannya dengan semangat keberanian, kegagahan, dan kejantanan. Tarian ini juga melambangkan rasa syukur dan kegembiraan atas kemenangan serta keberhasilan dalam menghadapi tantangan. Selain itu, Tari Remo juga menjadi sarana ekspresi budaya masyarakat Jombang, menggambarkan kehidupan sehari-hari, keindahan alam, dan cerita-cerita legendaris yang turun temurun.

WhatsApp Image 2022 12 18 at 16.19.57
Tari Remo.

Seiring berjalannya waktu, Tari Remo semakin populer di Jombang dan sekitarnya. Berbagai grup tari Remo mulai bermunculan dan berkompetisi dalam festival seni dan budaya. Hal ini mendorong perkembangan dan pelestarian tari Remo sebagai bagian tak terpisahkan dari warisan budaya Jombang.

Pemerintah dan komunitas lokal telah berperan penting dalam melestarikan Tari Remo. Mereka mengadakan pelatihan, workshop, dan pertunjukan tari untuk mengajarkan generasi muda tentang nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tarian ini. Selain itu, Tari Remo juga menjadi daya tarik wisata, menarik minat wisatawan dari dalam dan luar negeri yang ingin menyaksikan keindahan dan keunikan budaya Jombang.

Tari Remo merupakan contoh yang nyata tentang bagaimana warisan budaya dapat hidup dan berkembang seiring waktu. Melalui gerakan liar yang memikat dan makna yang mendalam, Tari Remo terus memperkaya warisan budaya Jombang dan menjadi lambang identitas masyarakat setempat. Semoga Tari Remo terus dijaga, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi mendatang sebagai sumber kebanggaan dan kekayaan budaya yang tak ternilai harganya.

Dapatkan sejumlah berita terkini setiap harinya hanya di Travelling Indonesia, dan jangan lupa follow sejumlah akun media sosial kami; Instagram, Facebook, Twitter dan TikTok.

 

Tags: Peta Wisata IndonesiaSeni dan BudayaTari RemoTravelling Indonesia
Previous Post

The Heritage by Novotel Samator Hadirkan Wisata Kuliner Baru di Surabaya

Next Post

Panorama Memesona Desa Wisata Pulisan di Minahasa Utara

Related Posts

Desa Bena, Kampung Adat Tertua di Flores
Art & Culture

Desa Bena, Kampung Adat Tertua di Flores

August 31, 2026
Kampung Adat Sade Bukan Sekadar Destinasi Wisata
Art & Culture

Kampung Adat Sade Bukan Sekadar Destinasi Wisata

August 28, 2026
Tari Melinting, Warisan Budaya Kerajaan Lampung
Art & Culture

Tari Melinting, Warisan Budaya Kerajaan Lampung

July 24, 2026
Rumah Honai, Bangunan Ramah Lingkungan Adat Papua
Art & Culture

Rumah Honai, Bangunan Ramah Lingkungan Adat Papua

July 23, 2026
Tari Busak Baku, Simbol Keindahan dan Harmoni Dayak Lundayeh
Art & Culture

Tari Busak Baku, Simbol Keindahan dan Harmoni Dayak Lundayeh

July 23, 2026
Belajar Kearifan Lokal Polewali Mandar Melalui Kacaping
Art & Culture

Belajar Kearifan Lokal Polewali Mandar Melalui Kacaping

August 22, 2025
Next Post
Panorama Memesona Desa Wisata Pulisan di Minahasa Utara

Panorama Memesona Desa Wisata Pulisan di Minahasa Utara

Popular

  • Mengulik Tradisi Begawi Adat Lampung

    Mengulik Tradisi Begawi Adat Lampung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Melancong ke Bontang, Haram Pulang dengan Tangan Kosong!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tari Tabot, Ilustrasi Perlawanan Masyarakat Bengkulu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 3 Kreasi Tari Tortor, Warisan Budaya Batak Toba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Objek Wisata Batu Kumila, Siratkan Kisah Cinta Terkutuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Recent News

Paspor Wisata Batavia Heritage Edisi Pertama Resmi Diluncurkan

Paspor Wisata Batavia Heritage Edisi Pertama Resmi Diluncurkan

September 1, 2026
FLONA 2026 Jadi Ruang Belajar dan Rekreasi Keluarga

FLONA 2026 Jadi Ruang Belajar dan Rekreasi Keluarga

September 1, 2026
Ikan Bakar Bobara, Rasa Autentik dari Timur Indonesia

Ikan Bakar Bobara, Rasa Autentik dari Timur Indonesia

August 31, 2026
Desa Bena, Kampung Adat Tertua di Flores

Desa Bena, Kampung Adat Tertua di Flores

August 31, 2026
Travelling Indonesia

Follow Us

  • Cyber Media News Coverage Guidelines
  • Management
  • About Us
  • Contact Us

All Rights Reserved by travellingindonesia.com © 2022

No Result
View All Result
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS

All Rights Reserved by travellingindonesia.com © 2022