• Cyber Media News Coverage Guidelines
  • Management
  • About Us
  • Contact Us
Travelling Indonesia
Advertisement
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS
No Result
View All Result
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS
No Result
View All Result
Travelling Indonesia
No Result
View All Result
Home Food

Coto Makassar, Hidangan Sulawesi Selatan Kaya Rempah

Austin Devon by Austin Devon
April 24, 2023
in Food
Coto Makassar, Hidangan Sulawesi Selatan Kaya Rempah

Coto Makassar khas Sulawesi Selatan - Dok. Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Travelling Indonesia – Coto makassar atau coto mangkasara adalah makanan tradisional suku Bugis dan suku Makassar di Sulawesi Selatan. Makanan yang diperkirakan telah ada sejak abad ke-16 ini menggunakan sangat banyak bahan rempah. Dalam bahasa setempat disebut rampah patang pulo yang artinya empat puluh jenis rempah.

Coto Makassar umumnya dibuat dari daging dan jeroan sapi yang direbus dalam waktu yang lama. Rebusan daging dan jeroan sapi ini kemudian diiris-iris lalu dibumbui dengan bumbu yang diracik secara khusus. Coto dihidangkan dalam mangkuk, dinikmati bersama ketupat atau buras.

Diduga kuat menu ini sudah ada sejak masa Kerajaan Gowa, tepatnya pada abad ke-16. Kuliner ini diperkirakan telah ada sejak Somba Opu berjaya sebagai pusat Kerajaan Gowa pada 1538.

Sementara Dennys Lombard dalam Nusa Jawa: Silang Budaya menyebut, coto pada dasarnya sama dengan soto, kuliner Indonesia yang awalnya merupakan kuliner orang Tionghoa. Soto mulai berkembang pada abad ke-19 di Semarang lalu menyebar ke daerah-daerah lain di Nusantara.

Diperlukan banyak sekali rempah untuk membuat coto makassar hingga disebut rampa patang pulo (empat puluh jenis rempah). Istilah itu tidak berarti bahwa harus menggunakan 40 jenis rempah, tetapi untuk menggambarkan betapa banyaknya jenis rempah yang digunakan untuk membuat menu ini.

Dan memang, jika kita masukkan coto dalam kategori soto, maka makanan khas Makassar ini merupakan varian soto yang paling banyak menggunakan bahan rempah.

Salah satu ciri khas coto adalah penggunaan taoco yang sangat identik dengan bumbu masakan dari China. Ini membuktikan bahwa kuliner ini mendapat pengaruh dari budaya Cina.

Pada 2015, sajian khas ini ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Dapatkan sejumlah berita terkini setiap harinya hanya di Travelling Indonesia, dan jangan lupa follow sejumlah akun media sosial kami; Instagram, Facebook, Twitter dan TikTok.

Tags: Coto MakassarKulinerPeta Wisata IndonesiaSulawesi SelatanTravelling Indonesia
Previous Post

Tur Jip di Lereng Gunung Merapi Mengalami Lonjakan

Next Post

Paolo Fest, Primadona Baru Wisata Kuliner di Malang

Related Posts

Ikan Bakar Bobara, Rasa Autentik dari Timur Indonesia
Food

Ikan Bakar Bobara, Rasa Autentik dari Timur Indonesia

August 31, 2026
Amanaia Jadi Pilihan Utama Destinasi Kuliner Keluarga
Food

Amanaia Jadi Pilihan Utama Destinasi Kuliner Keluarga

August 29, 2026
Penikmat Kambing Wajib Cicipi Tengkleng Pak Manto
Food

Penikmat Kambing Wajib Cicipi Tengkleng Pak Manto

July 24, 2026
Sate Tanjung, Kuliner Lezat Berbahan Ikan Khas Lombok Utara
Food

Sate Tanjung, Kuliner Lezat Berbahan Ikan Khas Lombok Utara

July 24, 2026
Perkedel Nike, Kuliner Khas dari Perairan Gorontalo
Food

Perkedel Nike, Kuliner Khas dari Perairan Gorontalo

February 5, 2026
Babat Gongso, Jejak Tersisa Cheng Ho Dalam Kuliner Semarang
Food

Babat Gongso, Jejak Tersisa Cheng Ho Dalam Kuliner Semarang

August 19, 2025
Next Post
Paolo Fest, Primadona Baru Wisata Kuliner di Malang

Paolo Fest, Primadona Baru Wisata Kuliner di Malang

Popular

  • Mengulik Tradisi Begawi Adat Lampung

    Mengulik Tradisi Begawi Adat Lampung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Melancong ke Bontang, Haram Pulang dengan Tangan Kosong!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tari Tabot, Ilustrasi Perlawanan Masyarakat Bengkulu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 3 Kreasi Tari Tortor, Warisan Budaya Batak Toba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Objek Wisata Batu Kumila, Siratkan Kisah Cinta Terkutuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Recent News

Paspor Wisata Batavia Heritage Edisi Pertama Resmi Diluncurkan

Paspor Wisata Batavia Heritage Edisi Pertama Resmi Diluncurkan

September 1, 2026
FLONA 2026 Jadi Ruang Belajar dan Rekreasi Keluarga

FLONA 2026 Jadi Ruang Belajar dan Rekreasi Keluarga

September 1, 2026
Ikan Bakar Bobara, Rasa Autentik dari Timur Indonesia

Ikan Bakar Bobara, Rasa Autentik dari Timur Indonesia

August 31, 2026
Desa Bena, Kampung Adat Tertua di Flores

Desa Bena, Kampung Adat Tertua di Flores

August 31, 2026
Travelling Indonesia

Follow Us

  • Cyber Media News Coverage Guidelines
  • Management
  • About Us
  • Contact Us

All Rights Reserved by travellingindonesia.com © 2022

No Result
View All Result
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS

All Rights Reserved by travellingindonesia.com © 2022