• Cyber Media News Coverage Guidelines
  • Management
  • About Us
  • Contact Us
Travelling Indonesia
Advertisement
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS
No Result
View All Result
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS
No Result
View All Result
Travelling Indonesia
No Result
View All Result
Home Food

Gado-gado Betawi, Salad Bumbu Kacang yang Kaya Rasa

Beno Alfredo by Beno Alfredo
July 4, 2022
in Food
Ilustrasi Gado-gado

Ilustrasi Gado-gado - Dok. Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Travelling Indonesia – Gado-gado adalah makanan khas Jakarta berisi sayur-sayuran yang direbus, irisan telur, tahu, tempe, kentang serta ditaburi bawang goreng dan kerupuk. Sayur-sayuran ditambahkan dengan bumbu kacang atau saus dari kacang tanah yang telah dihaluskan kemudian diaduk merata. Hidangan ini sangat nikmat menjadi teman menyantap nasi atau disajikan bersama potongan lontong.

Sayur-sayuran yang sering digunakan dapat bervariasi, walau sayuran yang biasa digunakan adalah: sayuran hijau yang diiris kecil-kecil seperti kol, kacang panjang taoge, jagung dan pare. Biasanya ada tambahan sayuran tanpa direbus seperti selada dan timun.

Sepintas tampilannya memiliki kemiripan dengan beberapa makanan khas daerah lain, seperti lotek (Jawa Barat) atau pecel (Jawa Timur). Bedanya, bumbu kacang dalam gado-gado tidak menggunakan kencur seperti halnya lotek dan pecel. Selain itu, tidak seperti pecel yang umumnya hanya sayuran, gado-gado menggunakan telur, tahu, tempe serta lontong.

Simpang Siur Penamaan Gado-gado 

Ilustrasi Gado-gado

Awalnya tidak ada yang tahu persis asal muasal sajian unik ini, namun sebagian besar referensi bebas cenderung mengasosiasikan gado-gado sebagai hidangan asli Betawi. Asal usul nama pun tampaknya senasib dengan asal muasalnya.

Dahulu, asal kata gado-gado tidak ada dalam kamus bahasa Indonesia maupun kosa kata bahasa Betawi. Meski demikian, keberadaan makanan ini justru menginspirasi perkembangan bahasa, antara lain dengan munculnya istilah ‘pernikahan gado-gado’ yang berarti kawin campur atau ‘bahasa gado-gado’ yang berarti bahasa campur aduk.

Adapun penamaan gado-gado juga unik. Hal ini terkait dengan istilah ‘digado’ dalam bahasa Jawa yang merujuk pada praktik makan tanpa menggunakan nasi. “Seperti ada istilah ketika Anda makan, nasinya sudah habis, ayamnya masih sisa, maka ayamnya ‘digado’,

Sejarah Gado-gado

Ilustrasi Gado-gado

Berdasarkan wikipedia.org kehadiran gado-gado bermula pada abad ke-17 atau medio 1628-1629 saat kesultanan Mataram yang dipimpin Sultan Agung melakukan penyerbuan di Batavia.

Mirisnya, pasukan kehabisan pasokan bahan makanan terutama beras, selain itu lumbung-lumbung beras di sekitar Batavia telah dibakar oleh VOC, sehingga membuat perajurit warok dari Ponorogo yang tergabung dalam pasukan perang membuat sambal bumbu pecel dari kacang. Lantas disiramkan ke berbagai sayuran mentah yang ada di sekitar persawahan untuk bertahan hidup.

Ilustrasi Gado-gado

Alhasil, tindakan makan lauk tanpa menggunakan tambahan nasi atau sejenisnya disebut ‘gado’ bila mengacu kepada bahasa Jawa, ‘gado’ berarti makan hanya lauk saja atau makan lauk tanpa nasi.

Kini, gado-gado sangat mudah ditemukan di berbagai penjuru Jakarta. Rasa gurih dari bumbu kacangnya cukup merakyat, sehingga disukai oleh berbagai jenis serta lapisan masyarakat.

Gado-gado Mendunia

Ilustrasi Gado-gado

Wajar saja jika kemudian hidangan ini menyebar ke banyak daerah di Indonesia. Bahkan saking populernya, banyak orang asing mengenalnya sebagai salah satu ‘carte du jour’ atau daftar kuliner yang wajib dicoba ketika berkunjung ke Indonesia.

Konon, ada yang bilang bahwa gado-gado merupakan modifikasi dari bentuk pecel dari Jawa yang bercampur dengan budaya Eropa. Namun, faktanya dari dulu kuliner ini merupakan makanan favorit orang Belanda.

Ilustrasi Gado-gado

Tak heran jika banyak ditemukan gado-gado yang sudah diubah namanya dengan menggunakan bahasa Inggris menjadi vegetables salad with peanuts sauce.

Sekilas gado-gado memang mirip dengan hidangan asal luar negeri, yaitu salad. Campuran dari berbagai jenis sayuran dalam satu piring. Bedanya, salad biasanya menggunakan olive oil atau mayonaise sebagai tambahan rasa, sedangkan makanan ini menggunakan bumbu kacang yang sangat kaya rasa.

 

Ilustrasi Gado-gado

Meski demikian, setiap penikmat gado-gado biasanya punya referensi sendiri mengenai lokasi favorit, baik dari segi cita rasa maupun suasananya. Termasuk Presiden Indonesia pertama, Soekarno pun memiliki tempat favorit tersendiri untuk memesan gado-gado.

Sebenarnya, untuk sekedar menikmati gado-gado, banyak warung pinggir jalan dan penjaja keliling dengan gerobak yang mudah ditemui di jalan-jalan Ibu Kota.

Dapatkan sejumlah berita terkini setiap harinya hanya di Travelling Indonesia, dan jangan lupa follow sejumlah akun media sosial kami Instagram, Facebook dan Twitter.

Tags: BetawiFoodGado-gadoJakartaKulinerPeta Wisata IndonesiaTravelling Indonesia
Previous Post

Antusias Peserta Hiasi Turnamen Layangan Aduan 2022 di PIK 2

Next Post

Cuci Parigi Pusaka, Ritual Adat di Negeri Lanthoir

Related Posts

Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya
Food

Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya

November 2, 2025
Babat Gongso, Jejak Tersisa Cheng Ho Dalam Kuliner Semarang
Food

Babat Gongso, Jejak Tersisa Cheng Ho Dalam Kuliner Semarang

August 19, 2025
Sate Tuna Gorontalo, Kelezatan Laut Kaya Rempah
Food

Sate Tuna Gorontalo, Kelezatan Laut Kaya Rempah

August 11, 2025
Sate Tanjung, Kuliner Lezat Berbahan Ikan Khas Lombok Utara
Food

Sate Tanjung, Kuliner Lezat Berbahan Ikan Khas Lombok Utara

August 2, 2025
Rame-Rame Jajan Kuliner ‘Belantara Rasa’ Hadir di Tangcity Mall
Food

Rame-Rame Jajan Kuliner ‘Belantara Rasa’ Hadir di Tangcity Mall

August 2, 2025
Perkedel Nike, Kuliner Khas dari Perairan Gorontalo
Food

Perkedel Nike, Kuliner Khas dari Perairan Gorontalo

June 26, 2025
Next Post
Negeri Lanthoir, Banda Besar, Maluku Tengah

Cuci Parigi Pusaka, Ritual Adat di Negeri Lanthoir

Popular

  • Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya

    Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kain Besurek Bengkulu, Keindahan Batik Bermotif Kaligrafi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tepuk Tepung Tawar, Tradisi Adat Melayu Riau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Legenda di Balik Pesona Pantai Kuta Lombok Mandalika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Kwangkey, Upacara Kematian Suku Dayak Benuaq

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Recent News

Menikmati Sensasi Ketenangan Sejenak di Pulau Hoga Wakatobi

Menikmati Sensasi Ketenangan Sejenak di Pulau Hoga Wakatobi

November 2, 2025
Honai, Rumah Adat Papua

Rumah Honai, Bangunan Ramah Lingkungan Adat Papua

November 2, 2025
Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya

Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya

November 2, 2025
Menelusuri Alam Hijau Megamendung di Kencana Valley

Menelusuri Alam Hijau Megamendung di Kencana Valley

November 1, 2025
Travelling Indonesia

Follow Us

  • Cyber Media News Coverage Guidelines
  • Management
  • About Us
  • Contact Us

All Rights Reserved by travellingindonesia.com © 2022

No Result
View All Result
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS

All Rights Reserved by travellingindonesia.com © 2022