• Cyber Media News Coverage Guidelines
  • Management
  • About Us
  • Contact Us
Travelling Indonesia
Advertisement
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS
No Result
View All Result
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS
No Result
View All Result
Travelling Indonesia
No Result
View All Result
Home Food

Kue 8 Jam, Cemilan Legit khas Palembang

Beno Alfredo by Beno Alfredo
April 24, 2023
in Food
Kue 8 Jam khas Palembang

Kue 8 Jam khas Palembang - Dok. Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Travelling Indonesia – Palembang, Sumatra Selatan punya ciri khas tersendiri terutama mengenai kulinernya. Semua orang tentu tahu pempek yang legendaris. Palembang juga punya menu kue yang khas. Salah satunya adalah kue lapan jam atau kue 8 jam.

Dinamakan kue lapan jam karena memang kue ini membutuhkan waktu pengolahan sekitar 8 jam. Untuk menghasilkan kue berwarna kecokelatan dengan tekstur yang lembut tapi padat ketika digigit, kue ini perlu dibuat dengan cara dikukus selama delapan jam.

Karena tingkat kesulitan dan lamanya proses yang dibutuhkan untuk membuat kue yang bercita rasa khas ini, masyarakat Palembang biasanya hanya memasaknya ketika perayaan penting, seperti Idulfitri. Itu sebabnya, panganan ini cukup sulit ditemukan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Palembang.

Kue 8 Jam khas Palembang

Saat ini, kue 8 jam bisa konsumsi oleh siapa saja. Namun, pada masa silam, tidak semua orang bisa menikmati kue ini. Dulu kue ini hanya bisa dinikmati oleh kaum bangsawan.

Untuk membuat kue delapan jam, diperlukan bahan-bahan, seperti telur, mentega, gula, tepung terigu, vanili, dan susu kental manis. Bahan-bahan tersebut dicampur kemudian dikukus selama delapan jam.

Ilustrasi kue 8 jam khas Palembang

Dalam waktu delapan jam tersebut, gula akan membentuk karamel sedangkan telur akan memadat. Kedua bahan ini akan disatukan dalam proses pemanggangan yang dilakukan setelah pengukusan.

Lamanya waktu pengukusan menjadi salah satu yang menyebabkan keunggulan rasa dan tekstur yang dimiliki kue ini. Jika prosesnya kurang dari delapan jam, kue yang dihasilkan akan mudah hancur dan tidak terasa kenyal.

Kue 8 Jam khas Palembang

Biasanya, kue ini disajikan utuh di hadapan tamu. Kue baru dipotong tipis-tipis saat tamu ingin mencicipinya. Kue lapan jam sangat cocok dinikmati bersama segelas kopi atau teh.
Pada 2015, kue lapan jam ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda nasional dari Provinsi Sumatra Selatan.

Dapatkan sejumlah berita terkini setiap harinya hanya di Travelling Indonesia, dan jangan lupa follow sejumlah akun media sosial kami Instagram, Facebook dan Twitter.

Tags: FoodKue Lapan JamKulinerPalembangPeta Wisata IndonesiaTravelling Indonesia
Previous Post

Menengok Kebun Buah Mangunan Yogyakarta

Next Post

Harga Tiket Berkunjung ke Hutan Mangrove PIK

Related Posts

Ikan Bakar Bobara, Rasa Autentik dari Timur Indonesia
Food

Ikan Bakar Bobara, Rasa Autentik dari Timur Indonesia

August 31, 2026
Amanaia Jadi Pilihan Utama Destinasi Kuliner Keluarga
Food

Amanaia Jadi Pilihan Utama Destinasi Kuliner Keluarga

August 29, 2026
Penikmat Kambing Wajib Cicipi Tengkleng Pak Manto
Food

Penikmat Kambing Wajib Cicipi Tengkleng Pak Manto

July 24, 2026
Sate Tanjung, Kuliner Lezat Berbahan Ikan Khas Lombok Utara
Food

Sate Tanjung, Kuliner Lezat Berbahan Ikan Khas Lombok Utara

July 24, 2026
Perkedel Nike, Kuliner Khas dari Perairan Gorontalo
Food

Perkedel Nike, Kuliner Khas dari Perairan Gorontalo

February 5, 2026
Babat Gongso, Jejak Tersisa Cheng Ho Dalam Kuliner Semarang
Food

Babat Gongso, Jejak Tersisa Cheng Ho Dalam Kuliner Semarang

August 19, 2025
Next Post
Wisata Mangrove Pantai Indah Kapuk

Harga Tiket Berkunjung ke Hutan Mangrove PIK

Popular

  • Tari Melinting, Warisan Budaya Kerajaan Lampung

    Tari Melinting, Warisan Budaya Kerajaan Lampung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Melancong ke Bontang, Haram Pulang dengan Tangan Kosong!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Alat Musik Warisan Nenek Moyang khas Bangka Belitung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tari Tabot, Ilustrasi Perlawanan Masyarakat Bengkulu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sheraton Belitung Resort, Tawarkan Kemewahan Hakiki

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Recent News

Paspor Wisata Batavia Heritage Edisi Pertama Resmi Diluncurkan

Paspor Wisata Batavia Heritage Edisi Pertama Resmi Diluncurkan

September 1, 2026
FLONA 2026 Jadi Ruang Belajar dan Rekreasi Keluarga

FLONA 2026 Jadi Ruang Belajar dan Rekreasi Keluarga

September 1, 2026
Ikan Bakar Bobara, Rasa Autentik dari Timur Indonesia

Ikan Bakar Bobara, Rasa Autentik dari Timur Indonesia

August 31, 2026
Desa Bena, Kampung Adat Tertua di Flores

Desa Bena, Kampung Adat Tertua di Flores

August 31, 2026
Travelling Indonesia

Follow Us

  • Cyber Media News Coverage Guidelines
  • Management
  • About Us
  • Contact Us

All Rights Reserved by travellingindonesia.com © 2022

No Result
View All Result
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS

All Rights Reserved by travellingindonesia.com © 2022