• Cyber Media News Coverage Guidelines
  • Management
  • About Us
  • Contact Us
Travelling Indonesia
Advertisement
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS
No Result
View All Result
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS
No Result
View All Result
Travelling Indonesia
No Result
View All Result
Home Food

Dayok Binatur, Kuliner Simalungun Bernilai Tradisi

Austin Devon by Austin Devon
July 7, 2023
in Food
Dayok Binatur, Kuliner Simalungun Bernilai Tradisi

Dayok Binatur khas Simalungun. (Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Travelling Indonesia – Tak semata makanan, dayok binatur kental dengan nilai adat dan tradisi. Makanan khas masyarakat Simalungun ini merupakan simbol rasa syukur dan terima kasih, juga sebagai doa agar orang atau keluarga yang menerima pemberian dapat hidup secara teratur, mandiri, dan sukses.

Dayok binatur terbuat dari daging ayam kampung jantan. Di zaman Kerajaan Simalungun dulu, makanan ini hanya disajikan untuk raja dan keluarga bangsawan. Yang memasak pun harus laki-laki. Seiring waktu, makanan ini bisa dinikmati orang dari kalangan mana pun. Perempuan juga sudah bisa meraciknya.

Dayok binatur secara harfiah berarti ayam yang teratur. Bagi masyarakat Simalungun, ayam merupakan hewan yang disiplin terhadap waktu dan hidup mandiri. Ayam jantan berkokok setiap menjelang pagi dan mencari makan sendiri.

Baca:

  • Sate Klathak Pak Pong, Sate Legendaris di Yogyakarta
  • Pulau Pari Kepulauan Seribu, Surga Tersembunyi di Tengah Laut
  • Ritual Karia, Tradisi Pingitan Para Gadis Muna

Sesuai dengan sifat tersebut, makanan berbahan dasar ayam kampung ini menjadi simbol keteraturan, berisikan harapan agar orang atau keluarga yang menerimanya memiliki hidup yang teratur.

Ayam juga menjadi simbol orangtua yang bertanggung jawab terhadap keluarganya. Seperti ayam jantan yang melindungi keluarganya, serta ayam betina yang sukarela mengerami telur-telurnya dan mengupayakan agar anak-anaknya tidak kelaparan.

Sebagai makanan adat, proes pemasakan dan penyajiannya mengikuti aturan tertentu. Semua bagian dari tubuh ayam dimasak, tidak ada yang ketinggalan. Hal ini menggambarkan folosofi kehidupan masyarakat Simalungun, yaitu tolu sahundulan lima saodaran, yang berarti perjalanan kehidupan dijalani bersama-sama, tetapi tetap memiliki tugasnya masing-masing.

Ayam yang telah dimasak dan dibumbui akan disusun kembali di atas wadah mengikuti bentuk ayam utuh. Penataan tersebut mengandung makna agar dalam hidup tidak perlu terlalu mencampuri kehidupan orang lain, memiliki tanggung jawab, mengerjakan tugas dan pekerjaan dengan bersungguh-sungguh, dan mengembangkan rasa persaudaraan serta menghindari permusuhan.

Dayok Binatur khas Simalungun
Dayok Binatur khas Simalungun.

Dayok binatur digunakan sebagai makanan adat, menjadi sarana ungkapan rasa syukur serta penyampaian doa dan harapan. Biasanya makanan tradisional ini digunakan dalam acara adat Simalungun, seperti pesta pernikahan, memasuki rumah baru, upacara kematian saur matua, dan lainnya.

Makanan ini juga sering dipakai dalam acara non-adat, seperti pemberangkatan anak yang akan mengikuti ujian sekolah ataupun seleksi untuk mendapatkan pekerjaan, pemberangkatan anak yang akan merantau ke tempat yang jauh, dan lainnya. Harapannya agar mereka dapat hidup teratur, mandiri, dan bisa sukses dalam pekerjaan mereka.

Cara memberikannya pun ada aturannya tersendiri. Ketika seseorang memberikan dayok binatur, arah kepala akan menuju pada si penerima. Hal itu menunjukkan kesantunan dan kesopanan.

Pada 2016, pemerintah melalui Kemdikbud menetapkan dayok binatur sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTB) Indonesia dari Provinsi Sumatra Utara.

Dapatkan sejumlah berita terkini setiap harinya hanya di Travelling Indonesia, dan jangan lupa follow sejumlah akun media sosial kami; Instagram, Facebook, Twitter dan TikTok.

Tags: Dayok BinaturKulinerPeta Wisata IndonesiaSimalungunTravelling Indonesia
Previous Post

Diikuti 13 Provinsi, Youth Band di FORNAS VII 2023 Resmi Dibuka

Next Post

FYBI Bakal Kasih Bonus Beasiswa Bagi Pemenang FORNAS VII 2023 Jawa Barat

Related Posts

Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya
Food

Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya

November 2, 2025
Babat Gongso, Jejak Tersisa Cheng Ho Dalam Kuliner Semarang
Food

Babat Gongso, Jejak Tersisa Cheng Ho Dalam Kuliner Semarang

August 19, 2025
Sate Tuna Gorontalo, Kelezatan Laut Kaya Rempah
Food

Sate Tuna Gorontalo, Kelezatan Laut Kaya Rempah

August 11, 2025
Sate Tanjung, Kuliner Lezat Berbahan Ikan Khas Lombok Utara
Food

Sate Tanjung, Kuliner Lezat Berbahan Ikan Khas Lombok Utara

August 2, 2025
Rame-Rame Jajan Kuliner ‘Belantara Rasa’ Hadir di Tangcity Mall
Food

Rame-Rame Jajan Kuliner ‘Belantara Rasa’ Hadir di Tangcity Mall

August 2, 2025
Perkedel Nike, Kuliner Khas dari Perairan Gorontalo
Food

Perkedel Nike, Kuliner Khas dari Perairan Gorontalo

June 26, 2025
Next Post
FYBI Bakal Kasih Bonus Beasiswa Bagi Pemenang FORNAS VII 2023 Jawa Barat

FYBI Bakal Kasih Bonus Beasiswa Bagi Pemenang FORNAS VII 2023 Jawa Barat

Popular

  • Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya

    Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berburu Promo di BCA Tiket.com Travel Fair 2023

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Omah Jati, Resor Privat Anyar di Pantai Anyer

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tepuk Tepung Tawar, Tradisi Adat Melayu Riau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kain Besurek Bengkulu, Keindahan Batik Bermotif Kaligrafi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0

Recent News

Menikmati Sensasi Ketenangan Sejenak di Pulau Hoga Wakatobi

Menikmati Sensasi Ketenangan Sejenak di Pulau Hoga Wakatobi

November 2, 2025
Honai, Rumah Adat Papua

Rumah Honai, Bangunan Ramah Lingkungan Adat Papua

November 2, 2025
Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya

Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya

November 2, 2025
Menelusuri Alam Hijau Megamendung di Kencana Valley

Menelusuri Alam Hijau Megamendung di Kencana Valley

November 1, 2025
Travelling Indonesia

Follow Us

  • Cyber Media News Coverage Guidelines
  • Management
  • About Us
  • Contact Us

All Rights Reserved by travellingindonesia.com © 2022

No Result
View All Result
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS

All Rights Reserved by travellingindonesia.com © 2022