• Cyber Media News Coverage Guidelines
  • Management
  • About Us
  • Contact Us
Travelling Indonesia
Advertisement
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS
No Result
View All Result
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS
No Result
View All Result
Travelling Indonesia
No Result
View All Result
Home Destination

Jembatan Gantung Terpanjang se-Asia Tenggara Ada di Bandung?

Beno Alfredo by Beno Alfredo
June 3, 2022
in Destination
Rengganis Suspension Bridge

Rengganis Suspension Bridge - Dok. Instagram @rengganissuspensionbridge

Share on FacebookShare on Twitter

Travelling Indonesia – Kabupaten Bandung punyai wisata baru yang tengah viral di kalangan wisatawan, yaitu Rengganis Suspension Bridge. Jembatan gantung tersebut berada di Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung.

Pengelola Rengganis Suspension Bridge menuturkan, Rengganis Suspension Bridge menghubungkan wisatawan dari pintu masuk Kawah Rengganis ke lokasi kawah.

Sebelum kehadiran jembatan gantung tersebut, wisatawan yang hendak menuju Kawah Rengganis harus melalui jalan setapak buatan warga yang jaraknya lebih jauh.

Setelah sampai di titik akhir penyeberangan Rengganis Suspension Bridge, wisatawan hanya perlu berjalan kaki sekitar 300 meter untuk menuju lokasi kawah.

Adapun jembatan gantung dipilih karena merupakan infrastruktur yang menghubungkan dua titik, tanpa merusak bentang alam.

Sejak dilakukan soft opening pada 3 Mei 2022 lalu, Rengganis Suspension Bridge sudah dikunjungi sekitar 30.000 orang.

Rengganis Suspension Bridge membentang sepanjang 370 meter, dengan ketinggian 75 meter. Panjang Rengganis Suspension Bridge melebihi jembatan gantung serupa di Sukabumi, yaitu Situ Gunung Suspension Bridge.

Sebagai perbandingan, Situ Gunung Suspension Bridge mempunyai panjang 243 meter, dengan ketinggian mencapai 100 meter. Oleh sebab itu, pengelola Rengganis Suspension Bridge memastikan bahwa ini adalah jembatan gantung terpanjang di Asia Tenggara (Asean).

1652588458888

Namun demikian, perancang desain jembatan kedua jembatan gantung tersebut ternyata sama, meskipun pengelolaannya berbeda. Rengganis Suspension Bridge berada di bawah pengelolaan PT Prakarsa Mulya yang bekerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII.

Rengganis Suspension Bridge membentang di atas hutan serta sungai yang berada di kaki Gunung Patuha. Lokasinya berada di ketinggian 1.700 mdpl. Karenanya, saat melintas di atas jembatan gantung tersebut, wisatawan akan disuguhi hamparan hijau hutan belantara serta kebun teh.

Soal keamanan, pengunjung tak perlu khawatir. Rengganis Suspension Bridge menggunakan kawat sling baja. Tak main-main, kawat sling baja ini diimpor dari luar negeri serta telah melalui hasil uji coba dan penelitian dari pabrik.

Dalam pembangunannya, pihak perancang dan pengelola juga berkonsultasi dengan Balai Penelitian dan Pengembangan Struktur Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Sementara itu, lantai dasar jembatan menggunakan kayu ulin atau kayu besi yang didatangkan langsung dari Kalimantan.

Jenis kayu ini terkenal sangat kuat, tetapi lentur. Jenis kayu ulin justru semakin kuat apabila terkena hujan dan panas.

Selain itu, setiap pengunjung yang melintas akan dilengkapi dengan tali pengaman yang terikat dengan sling baja. Pihak pengelola juga membatasi kapasitas pengunjung yang melintas di atas jembatan adalah 70 orang.

Bagi pengunjung yang hanya ingin menikmati jembatan gantung Rengganis Suspension Bridge, cukup membayar tiket masuk Rp70.000.

Apabila pengunjung yang ingin membeli tiket masuk terusan bisa mengunjungi 3 kawasan wisata sekaligus yakni ke Jembatan Gantung Rengganis, Glamping Lakeside, Situ Patenggang dan Kawah Rengganis cukup dengan membayar Rp100.000.

Sedangkan jam operasional Rengganis Suspension Bridge dibuka mulai pukul 07.55 WIB hingga pukul 16.55 WIB.

Dapatkan sejumlah berita terkini setiap harinya hanya di Travelling Indonesia, dan jangan lupa follow sejumlah akun media sosial kami; Instagram https://instagram.com/travellingindonesiacom?igshid=YmMyMTA2M2Y, Facebook https://www.facebook.com/groups/392631742735837/?ref=share, dan Twitter https://twitter.com/travell_in?t=lhFS4MS7pr5q0UBGCiZSdA&s=09.

Tags: BandungDestinasiKabupaten BandungPeta Wisata IndonesiaRengganis Suspension BridgeTravelling IndonesiaWisata
Previous Post

Asal-usul Ayam Pop di Rumah Makan Padang

Next Post

Tips Membuka Biro Perjalanan Umrah atau Haji

Related Posts

Paspor Wisata Batavia Heritage Edisi Pertama Resmi Diluncurkan
Destination

Paspor Wisata Batavia Heritage Edisi Pertama Resmi Diluncurkan

September 1, 2026
Indonesia Perluas Pasar Wisata Selam Maratua ke Asia Tenggara
Destination

Indonesia Perluas Pasar Wisata Selam Maratua ke Asia Tenggara

August 28, 2026
Menjelajahi Pesona Air Terjun Grojogan Sewu di Karanganyar
Destination

Menjelajahi Pesona Air Terjun Grojogan Sewu di Karanganyar

July 24, 2026
Pantai Nirwana, Serpihan Surga di Tanah Buton
Destination

Pantai Nirwana, Serpihan Surga di Tanah Buton

July 23, 2026
Pesona Alam dari Destinasi Wisata Hidden Gems di Bali
Destination

Pesona Alam dari Destinasi Wisata Hidden Gems di Bali

December 9, 2025
Menikmati Sensasi Ketenangan Sejenak di Pulau Hoga Wakatobi
Destination

Menikmati Sensasi Ketenangan Sejenak di Pulau Hoga Wakatobi

November 2, 2025
Next Post
Makkah

Tips Membuka Biro Perjalanan Umrah atau Haji

Popular

  • Lawa Bale, Masakan Khas Bugis di Kabupaten Wajo

    Lawa Bale, Masakan Khas Bugis di Kabupaten Wajo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sayyang Pattudu, Tradisi Khatam Al-Qur’an Polewali Mandar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tari Melinting, Warisan Budaya Kerajaan Lampung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tari Zapin, Cerminan Keindahan Budaya Riau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Melancong ke Bontang, Haram Pulang dengan Tangan Kosong!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Recent News

Paspor Wisata Batavia Heritage Edisi Pertama Resmi Diluncurkan

Paspor Wisata Batavia Heritage Edisi Pertama Resmi Diluncurkan

September 1, 2026
FLONA 2026 Jadi Ruang Belajar dan Rekreasi Keluarga

FLONA 2026 Jadi Ruang Belajar dan Rekreasi Keluarga

September 1, 2026
Ikan Bakar Bobara, Rasa Autentik dari Timur Indonesia

Ikan Bakar Bobara, Rasa Autentik dari Timur Indonesia

August 31, 2026
Desa Bena, Kampung Adat Tertua di Flores

Desa Bena, Kampung Adat Tertua di Flores

August 31, 2026
Travelling Indonesia

Follow Us

  • Cyber Media News Coverage Guidelines
  • Management
  • About Us
  • Contact Us

All Rights Reserved by travellingindonesia.com © 2022

No Result
View All Result
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS

All Rights Reserved by travellingindonesia.com © 2022