• Cyber Media News Coverage Guidelines
  • Management
  • About Us
  • Contact Us
Travelling Indonesia
Advertisement
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS
No Result
View All Result
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS
No Result
View All Result
Travelling Indonesia
No Result
View All Result
Home Food

Khasiat Apem Lopes, Kue Berkuah khas Madura

Beno Alfredo by Beno Alfredo
October 9, 2023
in Food
Khasiat Apem Lopes, Kue Berkuah khas Madura

Apem lopes khas Madura. (Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Travelling Indonesia – Kue Apem ini bisa Anda temui jika berkunjung ke Madura. Bagi orang Madura, kue Apem Lopes ini terasa istimewa terutama karena bumbu gula merah jahe dan kayu manis yang membuatnya berbeda dengan kue apem kebanyakan yang hanya disiram dengan santan.

Kuliner ini bukan saja berfungsi sebagai penggajal perut, namun lebih dari itu makanan ini dipercaya bisa mengembalikan stamina setelah lelah seharian beraktifitas. Kandungan gula merah dan jahe serta kayu manis yang terdapat dalam makanan ini berfungsi menghangatkan badan.

Kue ini digemari sebagai camilan oleh masyarakat Madura terutama karena rasanya yang enak dan kuahnya yang segar. Biasanya makanan ini dijajakan menjelang sore hari ketika orang-orang selesai beraktifitas.

Baca:

  • Botok Tawon, Hidangan Unik khas Banyuwangi
  • Minimania Lembang, Destinasi Lokal Bernuansa Mancanegara
  • The Stones Hotel Sajikan Keindahan Alam dan Fasilitas Modern

Masyarakat Madura biasanya menyebut sajian ini dengan nama apen koa. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, artinya kue apem panggang yang berkuah santan dan memiliki rasa manis.

Bukan hanya sebagai penggajal perut, kue apem khas Madura ini dipercaya bisa mengembalikan stamina setelah seharian beraktivitas.

Kandungan gula merah, jahe, dan kayu manis yang terdapat dalam makanan ini berfungsi sebagai penghangat badan. Biasanya makanan ini dijajakan menjelang sore saat orang-orang selesai beraktifitas. Tak jarang, makanan ini juga sering dijadikan menu takjil saat bulan Ramadan.

Makanan ini terbuat dari ragi, tapai, serta pandan sebagai penambah aroma. Sementara itu, kuahnya terbuat dari campuran santan encer, gula merah, dan daun pandan wangi. Kuah ini nantinya disiram ke kue apem yang telah ditata di atas piring atau mangkok.

Sekilas, apen koa mirip dengan serabi yang berbentuk lingkaran dan diberi kuah. Bedanya, apen koa memiliki sedikit rasa masam yang berasal dari tapai singkong.

Penggunaan tapai tersebut memang dapat menambah cita rasa tersendiri. Apen koa umumnya terdapat di beberapa daerah di Madura, seperti Sumenep dan Bondowoso.

Jajanan tradisional ini banyak ditemui saat bulan Ramadan. Namun, proses pembuatannya yang cukup sederhana memungkinkan beberapa masyarakat Madura juga mencoba membuatnya sendiri di rumah. Oleh karena itu, meski keberadaannya mulai sulit ditemukan, terutama selain pada bulan Ramadan, apen koa tak pernah langka dan masih menjadi salah satu sajian yang khas.

Dapatkan sejumlah berita terkini setiap harinya hanya di Travelling Indonesia, dan jangan lupa follow sejumlah akun media sosial kami; Instagram, Facebook, Twitter.

Tags: Kue ApemKulinerMaduraPeta Wisata IndonesiaTarvelling Indonesia
Previous Post

Jenius Buka ‘War Tiket’ Online Travel Fair, Diskon 7 Hari 7 Malam

Next Post

Cerita Legenda di Balik Pesona Pantai Kuta Lombok Mandalika

Related Posts

Ikan Bakar Bobara, Rasa Autentik dari Timur Indonesia
Food

Ikan Bakar Bobara, Rasa Autentik dari Timur Indonesia

August 31, 2026
Amanaia Jadi Pilihan Utama Destinasi Kuliner Keluarga
Food

Amanaia Jadi Pilihan Utama Destinasi Kuliner Keluarga

August 29, 2026
Penikmat Kambing Wajib Cicipi Tengkleng Pak Manto
Food

Penikmat Kambing Wajib Cicipi Tengkleng Pak Manto

July 24, 2026
Sate Tanjung, Kuliner Lezat Berbahan Ikan Khas Lombok Utara
Food

Sate Tanjung, Kuliner Lezat Berbahan Ikan Khas Lombok Utara

July 24, 2026
Perkedel Nike, Kuliner Khas dari Perairan Gorontalo
Food

Perkedel Nike, Kuliner Khas dari Perairan Gorontalo

February 5, 2026
Babat Gongso, Jejak Tersisa Cheng Ho Dalam Kuliner Semarang
Food

Babat Gongso, Jejak Tersisa Cheng Ho Dalam Kuliner Semarang

August 19, 2025
Next Post
Cerita Legenda di Balik Pesona Pantai Kuta Lombok Mandalika

Cerita Legenda di Balik Pesona Pantai Kuta Lombok Mandalika

Popular

  • Tari Melinting, Warisan Budaya Kerajaan Lampung

    Tari Melinting, Warisan Budaya Kerajaan Lampung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengulik Tradisi Begawi Adat Lampung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Melancong ke Bontang, Haram Pulang dengan Tangan Kosong!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Alat Musik Warisan Nenek Moyang khas Bangka Belitung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tari Tabot, Ilustrasi Perlawanan Masyarakat Bengkulu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Recent News

Paspor Wisata Batavia Heritage Edisi Pertama Resmi Diluncurkan

Paspor Wisata Batavia Heritage Edisi Pertama Resmi Diluncurkan

September 1, 2026
FLONA 2026 Jadi Ruang Belajar dan Rekreasi Keluarga

FLONA 2026 Jadi Ruang Belajar dan Rekreasi Keluarga

September 1, 2026
Ikan Bakar Bobara, Rasa Autentik dari Timur Indonesia

Ikan Bakar Bobara, Rasa Autentik dari Timur Indonesia

August 31, 2026
Desa Bena, Kampung Adat Tertua di Flores

Desa Bena, Kampung Adat Tertua di Flores

August 31, 2026
Travelling Indonesia

Follow Us

  • Cyber Media News Coverage Guidelines
  • Management
  • About Us
  • Contact Us

All Rights Reserved by travellingindonesia.com © 2022

No Result
View All Result
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS

All Rights Reserved by travellingindonesia.com © 2022