• Cyber Media News Coverage Guidelines
  • Management
  • About Us
  • Contact Us
Travelling Indonesia
Advertisement
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS
No Result
View All Result
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS
No Result
View All Result
Travelling Indonesia
No Result
View All Result
Home Art & Culture

Ritual Adat Beluluh di Kalimantan Timur

Beno Alfredo by Beno Alfredo
July 27, 2022
in Art & Culture
Ritual Beluluh Sultan HAM Salehuddin II

Ritual Beluluh Sultan HAM Salehuddin II - Dok. Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Travelling Indonesia – Sebagai salah satu kota terbesar dengan jumlah penduduk terbanyak, Samarinda dihuni oleh berbagai macam suku bangsa mulai dari suku Dayak Kutai, Dayak Banjar, Bugis, Jawa, hingga Madura.

Meskipun begitu, adat istiadat yang saat ini masih sering dilakukan warga Samarinda, Kalimantan Timur merupakan upacara yang berasal dari suku Dayak Kutai.

Seperti yang telah kita ketahui, Dayak merupakan suku asli Kalimantan dengan akar budaya yang kuat. Tidak heran hingga saat ini ritual adat khas Dayak masih sering ditemui dan lihat.

Ritual Adat Beluluh di Kalimantan Timur

Satu di antaranya adalah ritual Beluluh yang merupakan upacara penyucian Sultan dan Putra Mahkota.

Beluluh sendiri berasal dari kata buluh yang berarti batang bambu dan luluh yang berarti musnah.

Buluh mengacu pada singgasana yang diduduki Sultan dan putra mahkota berupa balai bambu bertingkat tiga.

Upacara ini dipercaya dapat menghancurkan segala unsur negatif di sekitar keluarga kesultanan, karena itu pada balai yang diduduki Sultan disediakan peduduk (sejenis sesajian) dan tambak karang yang nantinya akan dimusnahkan sebagai simbol pe-luluh-an unsur negatif.

Sejarah Ritual Beluluh

Ritual Adat Beluluh di Kalimantan Timur

Seperti halnya di daerah lain di Indonesia, upacara adat menjadi sebuah momentum untuk menyampaikan harapan dan keinginan kepada Yang Maha Kuasa.

Upacara adat ini merupakan sebuah simbolisasi terhadap harapan orang tua yang terucap lewat mantra supaya yang diluluh bisa mendapatkan keselamatan serta kebijaksanaan sebagai manusia.

Upacara adat tersebut tercetus dari sebuah riwayat di Tanjung Ruwana Kutai pada 1300. Di mana ketika itu muncul bayi perempuan yang kelak merupakan permaisuri sang raja pertama Kutai, Adji Batara Agung Dewa Sakti.

Ritual Adat Beluluh di Kalimantan Timur

Diharapkan setiap orang yang mengikuti upacara ini bisa menjadi suci kembali seperti layaknya bayi yang baru dilahirkan ke bumi.

Dalam prosesi Beluluh, dipimpin oleh seorang belian yang berperan untuk mengucapkan doa, memohon kepada Yang Maha Kuasa guna membersihkan diri dari unsur-unsur jahat, baik yang berwujud maupun tidak berwujud, diluluhkan di atas buluh atau bambu.

Biasanya, ritual beluluh dimulai dengan mendudukkan sejenak pemimpin di atas tilam kasturi. Tak berapa lama, pemimpin akan bangkit dan menaiki balai bambu dengan memijak pada pusaka batu tijakan. Pemimpin ini kemudian duduk di bagian tertinggi dari balai, di bawah ikatan daun beringin (rendu) dan dipayungi selembar kain kuning yang disebut kirab tuhing.

FB IMG 1577720086385 scaled

Setelahnya, dilakukan prosesi tepong tawar. Pada prosesi ini, dewa (wanita pengabdi ritual) memercikkan air kembang ke sekeliling Pemimpin. Selanjutnya, pemimpin mengusap kepalanya dengan air tersebut dan dewa akan menaburkan beras kuning ke arah pemimpin.

Usai tepong tawar selesai, dilakukan prosesi menarik ketikai lepas. Ketikai lepas adalah sejenis anyaman dari daun kelapa yang akan terurai jika ditarik kedua ujungnya. Pada ritual ini, pemimpin akan memegang salah satu ujung dari anyaman daun tersebut, sedangkan ujung lainnya akan ditarik oleh seorang tamu kehormatan – yang biasanya pejabat daerah atau orang yang ditunjuk khusus oleh kerabat pemimpin. Prosesi ini menjadi penutup dari beluluh.

Dapatkan sejumlah berita terkini setiap harinya hanya di Travelling Indonesia, dan jangan lupa follow sejumlah akun media sosial kami; Instagram, Facebook dan Twitter.

Tags: BeluluhDayakKalimantan TimurPeta Wisata IndonesiaRitual Adat BeluluhSamarindaTravelling Indonesia
Previous Post

Rizky Febian Meriahkan Notaria Fest 2022

Next Post

Polemik Kenaikan Tiket Taman Nasional Komodo

Related Posts

Rumah Honai, Bangunan Ramah Lingkungan Adat Papua
Art & Culture

Rumah Honai, Bangunan Ramah Lingkungan Adat Papua

February 6, 2026
Tari Busak Baku, Simbol Keindahan dan Harmoni Dayak Lundayeh
Art & Culture

Tari Busak Baku, Simbol Keindahan dan Harmoni Dayak Lundayeh

December 9, 2025
Belajar Kearifan Lokal Polewali Mandar Melalui Kacaping
Art & Culture

Belajar Kearifan Lokal Polewali Mandar Melalui Kacaping

August 22, 2025
Tari Melinting, Warisan Budaya Kerajaan Lampung
Art & Culture

Tari Melinting, Warisan Budaya Kerajaan Lampung

August 11, 2025
Makna Sakral Tradisi Sayyang Pattuduq di Tanah Mandar
Art & Culture

Makna Sakral Tradisi Sayyang Pattuduq di Tanah Mandar

August 2, 2025
Tari Reogke, Wujud Kritik Bujanganong Terhadap Kekuasaan Raja
Art & Culture

Tari Reogke, Wujud Kritik Bujanganong Terhadap Kekuasaan Raja

June 12, 2025
Next Post
Taman Nasional Komodo

Polemik Kenaikan Tiket Taman Nasional Komodo

Popular

  • Mengenal Keberagaman Pakaian Adat Kerajaan Mataram Kuno

    Mengenal Keberagaman Pakaian Adat Kerajaan Mataram Kuno

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Goa Londa Toraja, Keindahan Alam Berbalut Tradisi Leluhur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 4 Dokumen Penting untuk Check In Pesawat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Passiliran, Tradisi Mengubur Bayi di Tana Toraja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Daya Tarik Desa Wisata Bonjeruk Lombok Tengah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Recent News

Rumah Honai, Bangunan Ramah Lingkungan Adat Papua

Rumah Honai, Bangunan Ramah Lingkungan Adat Papua

February 6, 2026
Pantai Nirwana, Serpihan Surga di Tanah Buton

Pantai Nirwana, Serpihan Surga di Tanah Buton

February 6, 2026
Innit Lombok, Istana Pasir Penuh Ketenangan

Innit Lombok, Istana Pasir Penuh Ketenangan

February 5, 2026
Perkedel Nike, Kuliner Khas dari Perairan Gorontalo

Perkedel Nike, Kuliner Khas dari Perairan Gorontalo

February 5, 2026
Travelling Indonesia

Follow Us

  • Cyber Media News Coverage Guidelines
  • Management
  • About Us
  • Contact Us

All Rights Reserved by travellingindonesia.com © 2022

No Result
View All Result
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS

All Rights Reserved by travellingindonesia.com © 2022