• Cyber Media News Coverage Guidelines
  • Management
  • About Us
  • Contact Us
Travelling Indonesia
Advertisement
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS
No Result
View All Result
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS
No Result
View All Result
Travelling Indonesia
No Result
View All Result
Home Art & Culture

Tari Reogke, Wujud Kritik Bujanganong Terhadap Kekuasaan Raja

Beno Alfredo by Beno Alfredo
June 12, 2025
in Art & Culture
Tari Reogke, Wujud Kritik Bujanganong Terhadap Kekuasaan Raja

Tari Reogke. (Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Travelling Indonesia – Reogke secara etimologi merujuk pada reog, yaitu kesenian topeng harimau yang erat hubungannya dengan masyarakat Ponorogo. Sementara, “ke” pada “reogke” lebih mengidentifikasikan sang pencipta kesenian reog, yakni Ki Ageng Kutu.

Reogke merupakan bentuk lain dari kesenian reog. Kesenian ini merupakan pertunjukan tari kreasi. Dalam tari reogke, sosok Ki Ageng Kutu dihadirkan dalam pementasan menjelma menjadi Bujanganong.

Sebagai kesenian rakyat, reog tercipta sebagai media untuk menyampaikan kritik terhadap pemerintahan Majapahit yang saat itu dipimpin oleh Bre Kertabumi. Kesenian ini tercipta berkat kepekaan Ki Ageng Kutu menangkap gejala yang terjadi di dalam istana. Saat itu, Bre Kertabumi yang bijaksana telah dikendalikan oleh permaisurinya yang berasal dari Kerajaan Campa.

Baca:

  • Perkedel Nike, Kuliner Khas dari Perairan Gorontalo
  • Plataran Bromo Dinobatkan Jadi Destinasi Keluarga Terbaik
  • Janjikan Pengalaman Seru, Surabaya dan Bali Gelar Jete Run 2025

Gerak dalam tari reogke merupakan perwujudan dari cara Permaisuri mengendalikan kekuasaan Raja Bre Kertabumi. Misalnya gerak yang menggambarkan gemuruh keagungan genderang perang pasukan Majapahit yang kemudian berubah menjadi pasukan yang lemah gemulai.

Gerak tersebut menunjukkan Permaisuri yang berasal dari Kerajaan Campa bak candu, yang memabukkan sang raja dan pasukannya padahal dulu mereka dikenal gagah berani.

Kehadiran topeng dadak merak dalam tari reogke semakin menunjukkan keterkaitan tari kreasi ini dengan kesenian reog. Dadak merak diwujudkan dengan kepala harimau yang di atas kepalanya bertengger burung merak.

Topeng ini lagi-lagi mengkritik Bre Kertabumi sebagai raja dengan pasukannya yang tidak berdaya. Sementara, para pria berias layaknya wanita sambil mengayuh kuda lumping bak pasukan yang telah loyo.

Pada saat itulah, muncul Bujanganong sebagai perwujudan dari Ki Ageng Kutu. Gerak-geriknya luwes, dinamis, dan atraktif, sambil sesekali seolah menertawakan yang sedang terjadi di istana.

Dilihat dari kostum yang dikenakan, penari reogke mengenakan baju yang tidak jauh berbeda dengan para pemain reog. Hanya saja, pada tari reogke ditambahkan beberapa aksesori sehingga terlihat lebih berwarna dan menarik.

Tari Reogke 1 e1749641924635
Tari Reogke.

Topeng dadak merak yang digunakan pun tidak sebesar yang digunakan dalam pertunjukan reog. Hal ini dengan pertimbangan agar penari bisa bergerak lebih luwes dan dinamis. Sementara, musik yang mengiringi pementasan tari kreasi ini bersumber dari perpaduan suara alat musik tradisional, seperti kendang, gong, dan angklung paglak.

Seperti halnya kesenian reog, tari reogke membawa pesan satir yang menunjukkan akibat dari pemerintahan yang tidak sesuai dengan kehendak rakyat. Tidak hanya pada masa Majapahit, konteks tersebut pun masih relevan dengan keadaan pada masa modern. Kesemenaan pemerintah membuat kehidupan masyarakat menjadi tersiksa.

Dapatkan sejumlah berita terkini setiap harinya hanya di Travelling Indonesia, dan jangan lupa follow sejumlah akun media sosial kami; Instagram, Facebook, Twitter dan TikTok.

Tags: Peta Wisata IndonesiaSeni dan BudayaTravelling Indonesia
Previous Post

Plataran Bromo Dinobatkan Jadi Destinasi Keluarga Terbaik

Next Post

Kolaborasi Pelaku Jasa Wisata di Banyuwangi Travel Mart 2025

Related Posts

Honai, Rumah Adat Papua
Art & Culture

Rumah Honai, Bangunan Ramah Lingkungan Adat Papua

November 2, 2025
Belajar Kearifan Lokal Polewali Mandar Melalui Kacaping
Art & Culture

Belajar Kearifan Lokal Polewali Mandar Melalui Kacaping

August 22, 2025
Tari Melinting, Warisan Budaya Kerajaan Lampung
Art & Culture

Tari Melinting, Warisan Budaya Kerajaan Lampung

August 11, 2025
Makna Sakral Tradisi Sayyang Pattuduq di Tanah Mandar
Art & Culture

Makna Sakral Tradisi Sayyang Pattuduq di Tanah Mandar

August 2, 2025
Tari Busak Baku, Simbol Keindahan dan Harmoni Dayak Lundayeh
Art & Culture

Tari Busak Baku, Simbol Keindahan dan Harmoni Dayak Lundayeh

May 27, 2025
Jangkrik Genggong, Gaungkan Wisata Budaya Asal Pacitan
Art & Culture

Jangkrik Genggong, Gaungkan Wisata Budaya Asal Pacitan

May 15, 2025
Next Post
Kolaborasi Pelaku Jasa Wisata di Banyuwangi Travel Mart 2025

Kolaborasi Pelaku Jasa Wisata di Banyuwangi Travel Mart 2025

Popular

  • Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya

    Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kain Besurek Bengkulu, Keindahan Batik Bermotif Kaligrafi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tepuk Tepung Tawar, Tradisi Adat Melayu Riau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Legenda di Balik Pesona Pantai Kuta Lombok Mandalika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Kwangkey, Upacara Kematian Suku Dayak Benuaq

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Recent News

Menikmati Sensasi Ketenangan Sejenak di Pulau Hoga Wakatobi

Menikmati Sensasi Ketenangan Sejenak di Pulau Hoga Wakatobi

November 2, 2025
Honai, Rumah Adat Papua

Rumah Honai, Bangunan Ramah Lingkungan Adat Papua

November 2, 2025
Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya

Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya

November 2, 2025
Menelusuri Alam Hijau Megamendung di Kencana Valley

Menelusuri Alam Hijau Megamendung di Kencana Valley

November 1, 2025
Travelling Indonesia

Follow Us

  • Cyber Media News Coverage Guidelines
  • Management
  • About Us
  • Contact Us

All Rights Reserved by travellingindonesia.com © 2022

No Result
View All Result
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS

All Rights Reserved by travellingindonesia.com © 2022