• Cyber Media News Coverage Guidelines
  • Management
  • About Us
  • Contact Us
Travelling Indonesia
Advertisement
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS
No Result
View All Result
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS
No Result
View All Result
Travelling Indonesia
No Result
View All Result
Home Food

Rawon dan Laksa, Kuliner Berkuah khas Indonesia yang Mendunia

Beno Alfredo by Beno Alfredo
December 8, 2023
in Food
Rawon dan Laksa, Kuliner Berkuah khas Indonesia yang Mendunia

Sajian laksa, kuliner khas Indonesia. (Kemenparekraf)

Share on FacebookShare on Twitter

Travelling Indonesia – Membahas soal kuliner khas Indonesia memang tidak ada kenyangnya, ya? Hampir setiap daerah di Indonesia punya makanan lezat dan menggoda untuk dicicipi. Ditambah lagi, pengolahan dan bumbu-bumbu yang digunakan turut mencirikan dari mana makanan khas tersebut berasal. Kelezatan dan keautentikan inilah yang menjadikan makanan khas Indonesia dilirik banyak wisatawan mancanegara.

Bahkan belum lama ini, beberapa makanan khas Indonesia kembali mendunia. Setelah Nasi Goreng dan Rendang yang masuk ke dalam daftar “Makanan Terenak di Dunia” versi CNN.

Kini giliran Rawon yang menduduki peringkat pertama sebagai “10 Best Rated Soups in the World 2023”, dan Laksa masuk dalam jajaran “50 Best Soups in the World 2023” versi Taste Atlas.

Baca:

  • Tak Hanya Tahu Takwa, Berikut 7 Kuliner khas Kediri
  • Destinasi Wisata di Kawasan Stasiun Tegalluar Padalarang
  • Cara Jitu Mempromosikan Destinasi Wisata Indoneia Melalui Film

Makanan berkuah khas Indonesia ini berhasil mengalahkan sup-sup enak lainnya di dunia, seperti Ramen dari Jepang, hingga Tom Kha Gai dari Thailand. Lantas, seperti apa kelezatan dari sup-sup khas Indonesia yang mendunia ini?

Rawon khas Jawa Timur

IMG 20231208 WA0016
Rawon khas Jawa Timur.

Konon, rawon sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit, hal ini dibuktikan dengan disebutnya makanan ini dalam Prasasti Taji (901 M) di Ponorogo, Jawa Timur. Dalam prasasti tersebut rawon ditulis dengan nama “Rarawwan”. Prasasti inilah yang membuat banyak orang meyakini bahwa rawon berasal dari Ponorogo, sebelum akhirnya menyebar ke seluruh pelosok Jawa Timur.

Berdasarkan catatan dalam Serat Wulangan Olah-olah Warna-warni (1926), rawon menjadi hidangan bagi para raja-raja. Dahulunya, rawon menggunakan daging kerbau, namun kini diganti daging sapi yang lebih umum dan mudah ditemukan. Dimasak dengan metode lambat dan campuran bumbu-bumbu rempah khas, membuat daging rawon sangat empuk dan kaldu meresap sempurna.

Salah satu kunci dari kelezatan dan keunikan rawon adalah penggunaan keluak di dalam sup terenak di dunia ini. Keluak memberikan warna hitam pekat yang menjadi ciri khas rawon. Bisa dibilang, kalau tidak menggunakan keluak, rawon hanyalah sup biasa. Karena warnanya yang hitam pekat ini banyak wisatawan mancanegara menyebut rawon black soup. O, iya, keluak yang tidak diolah dengan baik beracun, lo! Jadi, tidak boleh dimakan mentah, ya!

Dalam satu piring rawon terdiri dari: potongan daging sapi, tauge, taburan bawang goreng, kerupuk udang, telur asin, dan kuah sup yang hitam pekat. Kuah sup yang kaya rempah dan daging yang lembut, ditambah gurih telur asin dan kesegaran tauge membuat perpaduan nikmat dalam satu suapan rawon khas Jawa Timur.

Laksa punya citarasa yang khas

IMG 20231208 WA0015
Laksa khas Nusantara.

Satu lagi sup yang banyak ditemui di beberapa daerah di Indonesia yang masuk dalam daftar Sup Terenak di Dunia versi Taste Atlas adalah Laksa. Di Indonesia, ada beberapa daerah yang memiliki hidangan laksa yang khas, yakni Laksa Betawi, Laksa Bogor, dan yang paling terkenal adalah Laksa Tangerang.

Mengutip dari indonesia.go.id, laksa Tangerang sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Makanan khas Tangerang ini merupakan hasil dari akulturasi budaya Tionghoa di Tangerang. Nama “Laksa” sendiri berasal dari bahasa sanskerta yang berarti: banyak, yang merujuk pada pembuatan laksa dengan campuran banyak bumbu dan rempah.

Uniknya, di Tangerang ada dua jenis laksa yang bisa Sobat Parekraf cicipi, yakni Laksa Nyonya dan Laksa Nyai. Kedua jenis laksa ini mencirikan siapa yang membuatnya. Laksa Nyonya dibuat oleh orang peranakan Tionghoa Tangerang, sedangkan Laksa Nyai diproduksi oleh penduduk lokal.

Secara umum, laksa Tangerang terbuat dari mi tepung beras putih yang disiram kuah kuning kental dari santan dan rempah-rempah pilihan. Sepiring laksa Tangerang makin lengkap dengan tambahan lauk berupa: ayam opor, telur rebus, taburan kacang hijau, dan taburan kelapa sangrai yang membuat cita rasa laksa makin sedap di lidah.

Sebenarnya, selain rawon dan laksa, ada beberapa sup-sup khas Indonesia yang pernah masuk dalam daftar “Sup Terenak di Dunia”, seperti soto, gulai cincang, dan mi kocok. Jadi, sup apa yang jadi favorit kalian?

Dapatkan sejumlah berita terkini setiap harinya hanya di Travelling Indonesia, dan jangan lupa follow sejumlah akun media sosial kami; Instagram, Facebook, Twitter.

Tags: KulinerPeta Wisata IndonesiaTravelling Indonesia
Previous Post

Wamenparekraf Apresiasi Upaya GoTo Impact Foundation Kembangkan Wisata Golo Mori

Next Post

Masjid Jamik Minangkabau Ikon Baru Pariwisata Halal Indonesia

Related Posts

Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya
Food

Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya

November 2, 2025
Babat Gongso, Jejak Tersisa Cheng Ho Dalam Kuliner Semarang
Food

Babat Gongso, Jejak Tersisa Cheng Ho Dalam Kuliner Semarang

August 19, 2025
Sate Tuna Gorontalo, Kelezatan Laut Kaya Rempah
Food

Sate Tuna Gorontalo, Kelezatan Laut Kaya Rempah

August 11, 2025
Sate Tanjung, Kuliner Lezat Berbahan Ikan Khas Lombok Utara
Food

Sate Tanjung, Kuliner Lezat Berbahan Ikan Khas Lombok Utara

August 2, 2025
Rame-Rame Jajan Kuliner ‘Belantara Rasa’ Hadir di Tangcity Mall
Food

Rame-Rame Jajan Kuliner ‘Belantara Rasa’ Hadir di Tangcity Mall

August 2, 2025
Perkedel Nike, Kuliner Khas dari Perairan Gorontalo
Food

Perkedel Nike, Kuliner Khas dari Perairan Gorontalo

June 26, 2025
Next Post
Masjid Jamik Minangkabau Ikon Baru Pariwisata Halal Indonesia

Masjid Jamik Minangkabau Ikon Baru Pariwisata Halal Indonesia

Popular

  • Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya

    Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berburu Promo di BCA Tiket.com Travel Fair 2023

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kain Besurek Bengkulu, Keindahan Batik Bermotif Kaligrafi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tepuk Tepung Tawar, Tradisi Adat Melayu Riau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Kwangkey, Upacara Kematian Suku Dayak Benuaq

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Recent News

Menikmati Sensasi Ketenangan Sejenak di Pulau Hoga Wakatobi

Menikmati Sensasi Ketenangan Sejenak di Pulau Hoga Wakatobi

November 2, 2025
Honai, Rumah Adat Papua

Rumah Honai, Bangunan Ramah Lingkungan Adat Papua

November 2, 2025
Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya

Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya

November 2, 2025
Menelusuri Alam Hijau Megamendung di Kencana Valley

Menelusuri Alam Hijau Megamendung di Kencana Valley

November 1, 2025
Travelling Indonesia

Follow Us

  • Cyber Media News Coverage Guidelines
  • Management
  • About Us
  • Contact Us

All Rights Reserved by travellingindonesia.com © 2022

No Result
View All Result
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS

All Rights Reserved by travellingindonesia.com © 2022