• Cyber Media News Coverage Guidelines
  • Management
  • About Us
  • Contact Us
Travelling Indonesia
Advertisement
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS
No Result
View All Result
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS
No Result
View All Result
Travelling Indonesia
No Result
View All Result
Home Food

Tempoyak Durian, Kuliner Tradisional dengan Rasa khas yang Menggoda

Beno Alfredo by Beno Alfredo
July 24, 2023
in Food
Tempoyak Durian, Kuliner Tradisional dengan Rasa khas yang Menggoda

Tempoyak durian. (Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Travelling Indonesia – Indonesia adalah negara yang kaya akan warisan budaya dan kuliner. Salah satu kuliner tradisional yang menarik perhatian adalah tempoyak, sebuah hidangan khas dari Sumatra dan Kalimantan yang terkenal dengan rasa unik dan menggoda.

Tempoyak merupakan hasil fermentasi daging buah durian yang matang, dan memiliki cita rasa yang kuat dan tajam. Dalam artikel ini, Travelling Indonesia akan mengeksplorasi lebih jauh tentang kuliner tempoyak dan bagaimana cara membuatnya.

Tempoyak memiliki sejarah panjang di Indonesia, terutama di daerah Sumatra dan Kalimantan. Makanan ini sudah ada sejak zaman nenek moyang dan menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat setempat.

Baca:

  • Kawah Kamojang, Destinasi Wisata Alam Memikat di Garut
  • Sate Klathak Pak Pong, Sate Legendaris di Yogyakarta
  • Tari Tabot, Ilustrasi Perlawanan Masyarakat Bengkulu

Asal usul tempoyak dapat ditelusuri hingga beberapa abad yang lalu, ketika orang-orang di wilayah tersebut menemukan cara fermentasi durian matang untuk menghindari pembusukan dan memperpanjang masa simpan buah ini.

Bahan Utama dan Proses Fermentasi

Bahan utama tempoyak adalah buah durian yang matang. Durian yang digunakan untuk membuat tempoyak harus dipilih dengan hati-hati untuk mendapatkan rasa yang sempurna. Durian matang yang memiliki daging yang lembut dan manis adalah pilihan yang tepat.

Berikut adalah langkah-langkah umum dalam proses pembuatan tempoyak:

  1. Pemilihan Durian: Pilih durian yang matang, namun tidak terlalu overripe. Durian dengan daging kuning yang lembut dan manis memberikan hasil yang terbaik.
  2. Pemisahan Daging Durian: Buang kulit dan biji durian, kemudian ambil dagingnya. Pastikan tidak ada biji atau kulit yang ikut tercampur dalam daging durian.
  3. Penghancuran Daging Durian: Hancurkan daging durian dengan menggunakan tangan atau alat seperti sendok kayu, hingga daging durian menjadi pasta yang kasar.
  4. Pengasaman: Letakkan daging durian yang telah dihancurkan ke dalam wadah bersih. Tambahkan sedikit garam pada daging durian dan aduk rata. Garam membantu dalam proses fermentasi dan mencegah pertumbuhan bakteri yang tidak diinginkan.
  5. Fermentasi: Tutup rapat wadah berisi daging durian dengan kain atau daun pisang. Biarkan daging durian difermentasi selama beberapa hari hingga mencapai konsistensi yang diinginkan dan rasa yang kuat.
  6. Penyimpanan: Setelah mencapai konsistensi dan rasa yang diinginkan, tempoyak siap disimpan dalam wadah kedap udara dan ditempatkan di lemari es untuk menghentikan proses fermentasi.

Cara Menghidangkan Tempoyak

Tempoyak dapat disantap langsung sebagai lauk pauk, atau diolah menjadi hidangan beragam seperti gulai, sambal, atau asam pedas. Beberapa hidangan populer dengan menggunakan tempoyak adalah “tempoyak ikan patin” dan “tempoyak udang”. Tempoyak memiliki rasa yang kuat dan aromatik, sehingga sering digunakan untuk memberikan rasa khas pada hidangan tradisional.

Perpaduan Rasa yang Unik

Tempoyak memiliki citarasa yang khas, antara manis, asam, dan sedikit pahit. Perpaduan rasa yang unik ini menjadikan tempoyak sebagai kuliner yang menggoda bagi sebagian orang, tetapi juga menjadi pembeda dalam selera kuliner. Bagi pecinta durian, tempoyak merupakan pilihan kuliner yang harus dicoba karena rasa dan aroma durian yang khas.

Tempoyak adalah salah satu kuliner tradisional Indonesia yang kaya akan sejarah dan rasa. Proses pembuatannya yang melalui fermentasi memberikan karakteristik rasa yang khas dan menggoda.

Dengan cita rasa yang unik, tempoyak menjadi makanan yang menarik untuk dicicipi dan menjadi bagian dari warisan kuliner Indonesia yang patut dijaga dan dilestarikan. Jika Anda berkesempatan, jangan lewatkan untuk mencoba tempoyak dan nikmati perpaduan rasa tradisional yang tak terlupakan. Selamat mencoba!

Dapatkan sejumlah berita terkini setiap harinya hanya di Travelling Indonesia, dan jangan lupa follow sejumlah akun media sosial kami; Instagram, Facebook, Twitter dan TikTok.

Tags: KulinerPeta Wisata IndonesiaTempoyakTravelling Indonesia
Previous Post

Grey Art Gallery,  Destinasi Wisata Baru di Bandung

Next Post

Solo Surganya Seni Tari Tradisional yang Lestari

Related Posts

Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya
Food

Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya

November 2, 2025
Babat Gongso, Jejak Tersisa Cheng Ho Dalam Kuliner Semarang
Food

Babat Gongso, Jejak Tersisa Cheng Ho Dalam Kuliner Semarang

August 19, 2025
Sate Tuna Gorontalo, Kelezatan Laut Kaya Rempah
Food

Sate Tuna Gorontalo, Kelezatan Laut Kaya Rempah

August 11, 2025
Sate Tanjung, Kuliner Lezat Berbahan Ikan Khas Lombok Utara
Food

Sate Tanjung, Kuliner Lezat Berbahan Ikan Khas Lombok Utara

August 2, 2025
Rame-Rame Jajan Kuliner ‘Belantara Rasa’ Hadir di Tangcity Mall
Food

Rame-Rame Jajan Kuliner ‘Belantara Rasa’ Hadir di Tangcity Mall

August 2, 2025
Perkedel Nike, Kuliner Khas dari Perairan Gorontalo
Food

Perkedel Nike, Kuliner Khas dari Perairan Gorontalo

June 26, 2025
Next Post
Solo Surganya Seni Tari Tradisional yang Lestari

Solo Surganya Seni Tari Tradisional yang Lestari

Popular

  • Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya

    Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Konsep Glokalisasi Kuliner Nusantara Lewat Cita Rasa Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kain Besurek Bengkulu, Keindahan Batik Bermotif Kaligrafi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Legenda di Balik Pesona Pantai Kuta Lombok Mandalika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Kwangkey, Upacara Kematian Suku Dayak Benuaq

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Recent News

Menikmati Sensasi Ketenangan Sejenak di Pulau Hoga Wakatobi

Menikmati Sensasi Ketenangan Sejenak di Pulau Hoga Wakatobi

November 2, 2025
Honai, Rumah Adat Papua

Rumah Honai, Bangunan Ramah Lingkungan Adat Papua

November 2, 2025
Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya

Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya

November 2, 2025
Menelusuri Alam Hijau Megamendung di Kencana Valley

Menelusuri Alam Hijau Megamendung di Kencana Valley

November 1, 2025
Travelling Indonesia

Follow Us

  • Cyber Media News Coverage Guidelines
  • Management
  • About Us
  • Contact Us

All Rights Reserved by travellingindonesia.com © 2022

No Result
View All Result
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS

All Rights Reserved by travellingindonesia.com © 2022