• Cyber Media News Coverage Guidelines
  • Management
  • About Us
  • Contact Us
Travelling Indonesia
Advertisement
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS
No Result
View All Result
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS
No Result
View All Result
Travelling Indonesia
No Result
View All Result
Home Art & Culture

Mengenal Tradisi Lebaran Ketupat di Pulau Lombok

Austin Devon by Austin Devon
April 7, 2025
in Art & Culture
Mengenal Tradisi Lebaran Ketupat di Pulau Lombok

Tradisi lebaran ketupat di Pulau Lombok. (Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Travelling Indonesia – Tradisi Lebaran Idul Fitri juga dimeriahkan di Pulau Lombok dengan tradisi khasnya yakni Lebaran Ketupat yang berlangsung turun-temurun dari ratusan tahun lalu.

Selain sebagai kegiatan untuk merayakan hari raya Idul Fitri, acara tersebut juga memiliki misi dalam mempertahankan tradisi leluhur dan nenek moyang.

Banyak nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi tersebut, mulai dari nilai budaya, agama, hingga pesta kerakyatan.

Baca:

  • Sejumlah Event Menarik Sepanjang April 2025
  • Menjelajahi Panorama Matahari Terbenam di Pulau Dewata
  • Ketupat Kandangan, Harmoni Ketupat dan Ikan Gabus khas Banjar

Jika dilihat dari aspek agama, masyarakat atau warga Sasak melaksanakan Perayaan Lebaran Ketupat dengan melakukan kegiatan-kegiatan ritual Keagamaan.

Seperti berziarah ke makam para wali atau ulama terkenal yang telah berjasa membawa dan menyebarkan agama Islam ke Pulau Lombok.

Contohnya di Kota Mataram, masyarakat biasanya datang merayakan Tradisi Lebaran Ketupat ke dua tempat bersejarah, yaitu Makam Bintaro dan Makam Loang Baloq di Tanjung Karang.

Makam Loang Baloq berlokasi tepat di sebelah Pantai Tanjung Karang Mapak akan penuh oleh peziarah sejak pukul 07.00 pagi.

Selain memanjatkan doa, mereka juga berebutan untuk mencuci muka dan kepala dengan air di atas makam yang dianggap keramat tersebut.

Hal serupa juga terjadi di Makam Bintaro, para peziarah tidak hanya memanjatkan doa kepada sang Khalik, tetapi juga melakukan berbagai macam ritual keagamaan dan atraksi simbolik perayaan Tradisi Lebaran Ketupat.

Diantaranya adalah mencukur rambut bayi yang biasa disebut ngurisan. Tradisi ini diyakini akan menjadikan anak tersebut jadi anak yang saleh dan sukses di masa depan.

Lebaran Ketupat e1744036030471
Tradisi lebaran ketupat di Pulau Lombok.

Perayaan Lebaran Ketupat juga disebut menjadi haul bagi mereka yang telah mencapai kesuksesan atau rezeki yang lebih dalam hidupnya.

Untuk mensyukuri nikmat Tuhan tersebut, masyarakat datang dengan membawa makanan berupa ketupat, pelalah ayam, daging, opor telur, pakis, paku, urap-urap, dan pelecing kangkung yang kemudian dimakan beramai-ramai di area atau halaman makam.

Setelah selesai berziarah ke Makam, para pengunjung akan berpindah ke jalur pantai, dari Pantai Bintaro hingga ke Pantai Tanjung Karang.

Kegiatan tersebut dilakukan dengan menyusuri tepi pantai sambil membawa hidangan ketupat yang diramu dan dibumbui dengan bahan-bahan segar ala Pulau Lombok yang menjadikan tradisi Lebaran Ketupat ini menjadi unik.

Ketupat yang disajikan terbuat dari beras yang dimasukkan dalam janur kelapa yang sudah dibentuk segi empat. Bentuknya yang persegi bermakna menyatukan empat unsur yang ada dalam diri manusia.

Ditambah lagi dengan berbagai pertunjukan musik tradisional yang diselenggarakan oleh Pemerintah dalam rangka melestarikan budaya dan Tradisi.

Lebaran Ketupat merupakan warisan budaya luhur yang harus dijaga kelestariannya.

Tujuan diadakannya tradisi ini adalah untuk meminta keselamatan agar kehidupan mereka 1 tahun ke depan terhindar dari marabahaya.

Tradisi ini sebagai bentuk solidaritas dan cara untuk mengungkapkan kegembiraan maupun wujud syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dapatkan sejumlah berita terkini setiap harinya hanya di Travelling Indonesia, dan jangan lupa follow sejumlah akun media sosial kami; Instagram, Facebook, Twitter dan TikTok.

Tags: Lebrun KetupatLombokPeta Wisata IndonesiaSeni dan BudayaTravelling Indonesia
Previous Post

Wisatawan Domestik Ramaikan 18 Objek Wisata Unggulan KBB

Next Post

Sajian Tengkleng Sumsum Kambing, Hidangan Kaum Priyayi di Solo

Related Posts

Desa Bena, Kampung Adat Tertua di Flores
Art & Culture

Desa Bena, Kampung Adat Tertua di Flores

August 31, 2026
Kampung Adat Sade Bukan Sekadar Destinasi Wisata
Art & Culture

Kampung Adat Sade Bukan Sekadar Destinasi Wisata

August 28, 2026
Tari Melinting, Warisan Budaya Kerajaan Lampung
Art & Culture

Tari Melinting, Warisan Budaya Kerajaan Lampung

July 24, 2026
Rumah Honai, Bangunan Ramah Lingkungan Adat Papua
Art & Culture

Rumah Honai, Bangunan Ramah Lingkungan Adat Papua

July 23, 2026
Tari Busak Baku, Simbol Keindahan dan Harmoni Dayak Lundayeh
Art & Culture

Tari Busak Baku, Simbol Keindahan dan Harmoni Dayak Lundayeh

July 23, 2026
Belajar Kearifan Lokal Polewali Mandar Melalui Kacaping
Art & Culture

Belajar Kearifan Lokal Polewali Mandar Melalui Kacaping

August 22, 2025
Next Post
Sajian Tengkleng Sumsum Kambing, Hidangan Kaum Priyayi di Solo

Sajian Tengkleng Sumsum Kambing, Hidangan Kaum Priyayi di Solo

Popular

  • Tari Melinting, Warisan Budaya Kerajaan Lampung

    Tari Melinting, Warisan Budaya Kerajaan Lampung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengulik Tradisi Begawi Adat Lampung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Melancong ke Bontang, Haram Pulang dengan Tangan Kosong!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Alat Musik Warisan Nenek Moyang khas Bangka Belitung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tari Tabot, Ilustrasi Perlawanan Masyarakat Bengkulu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Recent News

Paspor Wisata Batavia Heritage Edisi Pertama Resmi Diluncurkan

Paspor Wisata Batavia Heritage Edisi Pertama Resmi Diluncurkan

September 1, 2026
FLONA 2026 Jadi Ruang Belajar dan Rekreasi Keluarga

FLONA 2026 Jadi Ruang Belajar dan Rekreasi Keluarga

September 1, 2026
Ikan Bakar Bobara, Rasa Autentik dari Timur Indonesia

Ikan Bakar Bobara, Rasa Autentik dari Timur Indonesia

August 31, 2026
Desa Bena, Kampung Adat Tertua di Flores

Desa Bena, Kampung Adat Tertua di Flores

August 31, 2026
Travelling Indonesia

Follow Us

  • Cyber Media News Coverage Guidelines
  • Management
  • About Us
  • Contact Us

All Rights Reserved by travellingindonesia.com © 2022

No Result
View All Result
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS

All Rights Reserved by travellingindonesia.com © 2022