• Cyber Media News Coverage Guidelines
  • Management
  • About Us
  • Contact Us
Travelling Indonesia
Advertisement
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS
No Result
View All Result
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS
No Result
View All Result
Travelling Indonesia
No Result
View All Result
Home Art & Culture

Ritual Kwangkey, Upacara Kematian Suku Dayak Benuaq

Austin Devon by Austin Devon
April 6, 2023
in Art & Culture
Ritual Kwangkey, Upacara Kematian Suku Dayak Benuaq

Ritual Kwangkey suku Dayak Benuaq. (Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Travelling Indonesia – Kwangkey atau Kwangkay merupakan puncak dari rangkaian upacara kematian khas suku Dayak Benuaq di Kalimantan Timur. Upacara ini dilakukan sebagai tanda bakti orang Dayak Benuaq kepada leluhur yang sudah meninggal.

Masyarakat Dayak Benuaq mengenal tiga jenis adat kematian yang tidak harus dilaksanakan semua, tergantung dari kemampuan masing-masing keluarga. Tiga jenis upacara adat kematian tersebut adalah upacara Param Api, upacara Kenyau, dan upacara Kwangkey.

Kwangkey berasal dari kata ke berarti melakukan dan angkey berarti bangkai. Dengan demikian, Kwangkey secara harafiah berarti “buang bangkai”, yang bermakna melepaskan diri dari segala kedukaan dan mengakhiri masa berkabung.

Baca:

  • Danau Kaco Jambi, Punya Air Sebening Kaca
  • Mengenal Megengan, Tradisi Menyambut Bulan Suci Ramadan di Demak
  • Anyaman Daun Pandan khas Arborek di Raja Ampat

Pada upacara ini, tulang-tulang dari pemakaman terlebih dahulu (pemakaman pada upacara Param Api atau Kenyau) dipindahkan atau dibawa ke rumah adat (lamin) untuk bersama-sama diupacarai. Setelah upacara selesai, semua tulang itu disimpan dalam kotak ulin berukir yang disebut Tempelaq.

Upacara ini digelar untuk memuliakan roh para leluhur yang sudah meninggal. Roh-roh ini diharapkan dapat memperoleh kebahagiaan dan tempat yang lebih baik di alam arwah (di Gunung Lumut dan di Tenangkay), menjadi lebih bijaksana, sehingga bila dibutuhkan dapat menjadi penghubung antara manusia dengan Tuhan.

Selama upacara Kwangkay berlangsung suasana desa tempat penyelenggaraan upacara sangat ramai bagai pesta. Banyak orang dari desa lain berdatangan turut berdatangan.

Biaya untuk upacara Kwangkay ini mahal. Konon merupakan yang paling mahal di antara upacara-upacara adat Dayak Benuaq lainnya. Itu sebabnya, upacara ini dilakukan secara kolektif dan bergotong-royong (sempeket) sehingga biaya bisa ditanggung bersama.

Salah satu yang membuat upacara ini mahal adalah karena pelaksanaannya selama 7 hari atau 2 kali 7 hari. Angka 7 menurut mitologi penciptaan adalah angka mati untuk Ape Bungan Tanaa. Tak hanya waktu pelaksanaannya yang berhari-hari, persiapan untuk upacara ini pun membutuhkan waktu yang lama.

Tempat penyelenggaraan upacara Kwangkay dipusatkan di Rumah Panjang atau Rumah Lamin atau Louw. Louw ini adalah Lamin yang dipinjam oleh pelaksana upacara dari pemerintah desa. Segala bentuk dan tahap upacara dimulai dan diakhiri di Lamin adat.

Dapatkan sejumlah berita terkini setiap harinya hanya di Travelling Indonesia, dan jangan lupa follow sejumlah akun media sosial kami; Instagram, Facebook, Twitter dan TikTok.

Tags: Kalimantan TimurKwangkeyPeta Wisata IndonesiaSeni dan BudayaTravelling Indonesia
Previous Post

Hindari Travel Abal-abal Ketika Mudik Lebaran

Next Post

Kelezatan Nasi Pindang Kerbau khas Kudus

Related Posts

Honai, Rumah Adat Papua
Art & Culture

Rumah Honai, Bangunan Ramah Lingkungan Adat Papua

November 2, 2025
Belajar Kearifan Lokal Polewali Mandar Melalui Kacaping
Art & Culture

Belajar Kearifan Lokal Polewali Mandar Melalui Kacaping

August 22, 2025
Tari Melinting, Warisan Budaya Kerajaan Lampung
Art & Culture

Tari Melinting, Warisan Budaya Kerajaan Lampung

August 11, 2025
Makna Sakral Tradisi Sayyang Pattuduq di Tanah Mandar
Art & Culture

Makna Sakral Tradisi Sayyang Pattuduq di Tanah Mandar

August 2, 2025
Tari Reogke, Wujud Kritik Bujanganong Terhadap Kekuasaan Raja
Art & Culture

Tari Reogke, Wujud Kritik Bujanganong Terhadap Kekuasaan Raja

June 12, 2025
Tari Busak Baku, Simbol Keindahan dan Harmoni Dayak Lundayeh
Art & Culture

Tari Busak Baku, Simbol Keindahan dan Harmoni Dayak Lundayeh

May 27, 2025
Next Post
Kelezatan Nasi Pindang Kerbau khas Kudus

Kelezatan Nasi Pindang Kerbau khas Kudus

Popular

  • Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya

    Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Konsep Glokalisasi Kuliner Nusantara Lewat Cita Rasa Lokal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kain Besurek Bengkulu, Keindahan Batik Bermotif Kaligrafi

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Legenda di Balik Pesona Pantai Kuta Lombok Mandalika

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Kwangkey, Upacara Kematian Suku Dayak Benuaq

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Recent News

Menikmati Sensasi Ketenangan Sejenak di Pulau Hoga Wakatobi

Menikmati Sensasi Ketenangan Sejenak di Pulau Hoga Wakatobi

November 2, 2025
Honai, Rumah Adat Papua

Rumah Honai, Bangunan Ramah Lingkungan Adat Papua

November 2, 2025
Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya

Mengenal Kupat Tahu, Kuliner Tradisional Indonesia dan Sejarahnya

November 2, 2025
Menelusuri Alam Hijau Megamendung di Kencana Valley

Menelusuri Alam Hijau Megamendung di Kencana Valley

November 1, 2025
Travelling Indonesia

Follow Us

  • Cyber Media News Coverage Guidelines
  • Management
  • About Us
  • Contact Us

All Rights Reserved by travellingindonesia.com © 2022

No Result
View All Result
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS

All Rights Reserved by travellingindonesia.com © 2022