• Cyber Media News Coverage Guidelines
  • Management
  • About Us
  • Contact Us
Travelling Indonesia
Advertisement
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS
No Result
View All Result
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS
No Result
View All Result
Travelling Indonesia
No Result
View All Result
Home Art & Culture

Tari Lumense, Warisan Kesultanan Buton di Sulawesi Tenggara

Beno Alfredo by Beno Alfredo
November 6, 2023
in Art & Culture
Tari Lumense, Warisan Kesultanan Buton di Sulawesi Tenggara

Tari Lumense asal Sulawesi Tenggara. (Kemendikbud)

Share on FacebookShare on Twitter

Travelling Indonesia – Tari Lumense merupakan tari tradisional yang berasal dari Sulawesi Tenggara. Secara etimologi, nama Lumense berasal dari kata lumme dan ense, lumme biasa diartikan sebagai kegiatan membuang atau membersihkan genangan air, sedangkan ense bermakna menari.

Jadi secara harfiah, Lumense mempunyai arti sebagai tarian yang dipentaskan dalam rangka membersihkan noda, dosa, dan penyakit yang ada di dalam diri.

Sebelum kedatangan Islam ke Sulawesi Tenggara, Lumense dilakukan sebagai ritual oleh masyarakat tradisional Kabaena untuk memanggil arwah leluhur. Pemanggilan roh leluhur itu dilakukan dalam upacara tradisional Meoli, yang bertujuan untuk menghormati roh leluhur sebagai penguasa, juga sebagai jalan untuk membersihkan hati yang kotor.

Baca:

  • Siput Masak Gulai, Sensasi Kelezatan Kuliner Tradisional Riau
  • Panorama Alam Memesona Desa Paropo di Pedalaman Dairi
  • Berburu Promo di BCA Tiket.com Travel Fair 2023

Dahulu, untuk mementaskan tari Lumense membutuhkan banyak sesajian. Sesajian tersebut diperuntukkan bagi leluhur agar bersedia hadir.

Konon penari Lumense tidak diciptakan, melainkan ditarikan begitu saja oleh orang-orang yang kerasukan arwah leluhur dalam upacara tradisional Meoli. Dipentaskannya tari Lumense dalam Meoli kemudian menandakan bahwa arwah leluhur telah berada di tengah-tengah mereka.

Seiring berjalannya waktu, kesultanan Buton menjadikan tari Lumense sebagai tarian yang dipentaskan untuk mengiringi masyarakat dalam membuka lahan garapan.

Tari Lumense 1 e1695124019189
Pementasan tari Lumense.

Secara umum tari Lumense ditarikan oleh 12 orang, yaitu 6 laki-laki dan 6 perempuan dengan mengenakan pakaian tradisional. Gerakan awal yang dipertontonkan adalah maju-mundur dan saling bertukar posisi untuk kemudian membuat formasi.

Di bagian tengah pementasan, salah seorang penari akan menebas batang pohon, gerakan tersebut merupakan gerakan klimaks dalam pementasan tari Lumense.

Pemotongan batang pisang tersebut menggambarkan proses membuka lahan bagi masyarakat adat Sulawesi Tenggara. Kemudian di bagian penutup tarian, para penari melakukan gerakan membentuk formasi sambil membuat gerakan maju-mundur dan membuat konfigurasi lingkaran.

Tari Lumense biasa diiringi oleh alat musik tradisional berupa gong besar yang dikenal dengan nama tawa-tawa, dan gong kecil yang disebut dengan ndegu-ndegu. Di tengah-tengah musik yang bermain terkadang diselipkan nyanyian berupa mantra-mantra.

Kini tari Lumense tidak hanya dipentaskan dalam kegiatan membuka lahan saja, melainkan juga dalam berbagai kegiatan budaya dan penyambutan tamu agung.

Dapatkan sejumlah berita terkini setiap harinya hanya di Travelling Indonesia, dan jangan lupa follow sejumlah akun media sosial kami; Instagram, Facebook, Twitter dan TikTok.

Tags: Peta Wisata IndonesiaSeni dan BudayaSulawesi TenggaraTari LummenseTravelling Indonesia
Previous Post

Sate Rembiga, Olahan Sate Sapi Legendaris di Pulau Lombok 

Next Post

Kemenparekraf Bersama KDEI Taipei Promosikan Bali dan 5 DSP di TITF 2023

Related Posts

Rumah Honai, Bangunan Ramah Lingkungan Adat Papua
Art & Culture

Rumah Honai, Bangunan Ramah Lingkungan Adat Papua

February 6, 2026
Tari Busak Baku, Simbol Keindahan dan Harmoni Dayak Lundayeh
Art & Culture

Tari Busak Baku, Simbol Keindahan dan Harmoni Dayak Lundayeh

December 9, 2025
Belajar Kearifan Lokal Polewali Mandar Melalui Kacaping
Art & Culture

Belajar Kearifan Lokal Polewali Mandar Melalui Kacaping

August 22, 2025
Tari Melinting, Warisan Budaya Kerajaan Lampung
Art & Culture

Tari Melinting, Warisan Budaya Kerajaan Lampung

August 11, 2025
Makna Sakral Tradisi Sayyang Pattuduq di Tanah Mandar
Art & Culture

Makna Sakral Tradisi Sayyang Pattuduq di Tanah Mandar

August 2, 2025
Tari Reogke, Wujud Kritik Bujanganong Terhadap Kekuasaan Raja
Art & Culture

Tari Reogke, Wujud Kritik Bujanganong Terhadap Kekuasaan Raja

June 12, 2025
Next Post
Kemenparekraf Bersama KDEI Taipei Promosikan Bali dan 5 DSP di TITF 2023

Kemenparekraf Bersama KDEI Taipei Promosikan Bali dan 5 DSP di TITF 2023

Popular

  • Alat Musik Rebab, Kesenian Betawi Warisan Budaya Timur Tengah

    Alat Musik Rebab, Kesenian Betawi Warisan Budaya Timur Tengah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lebarkan Sayap, Sahid Group Hadir di Pangandaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Cendera Mata Palangkaraya, Bawaan Unik khas Dayak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mane’e, Tradisi Menangkap Ikan di Kepulauan Talaud

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tepuk Tepung Tawar, Tradisi Adat Melayu Riau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Recent News

Rumah Honai, Bangunan Ramah Lingkungan Adat Papua

Rumah Honai, Bangunan Ramah Lingkungan Adat Papua

February 6, 2026
Pantai Nirwana, Serpihan Surga di Tanah Buton

Pantai Nirwana, Serpihan Surga di Tanah Buton

February 6, 2026
Innit Lombok, Istana Pasir Penuh Ketenangan

Innit Lombok, Istana Pasir Penuh Ketenangan

February 5, 2026
Perkedel Nike, Kuliner Khas dari Perairan Gorontalo

Perkedel Nike, Kuliner Khas dari Perairan Gorontalo

February 5, 2026
Travelling Indonesia

Follow Us

  • Cyber Media News Coverage Guidelines
  • Management
  • About Us
  • Contact Us

All Rights Reserved by travellingindonesia.com © 2022

No Result
View All Result
  • HOME
  • DESTINATION
  • SPORT TOURISM
  • FOOD
  • ART & CULTURE
  • HOTEL
  • TRAVEL
  • EVENT
  • MERCHANDISE
  • HITS

All Rights Reserved by travellingindonesia.com © 2022